Aneh, Rumah Kades Salubua Luwu Diklaim Masuk Wilayah Torut

15700 views |
BATAS WILAYAH. Pemda Luwu dan Torut bertemu di Kecamatan Basse Sangtempe bahas batas wilayah kedua daerah, Rabu (14/10/2026)

LUWU,INDEKSMEDIA – Aneh tapi nyata. Begitulah kondisi yang saat ini terjadi di Kecamatan Basse Sangtempe, Kabupaten Luwu.

Terkait persoalan batas wilayah antara Kabupaten Luwu dan Kabupaten Toraja Utara (Torut), ada yang menarik untuk dikupas.

Ya, Rumah Kepala Desa (Kades) Salubua, Kecamatan Basse Sangtempe Utara, Kabupaten Luwu diklaim Torut sebagai wilayahnya.

Padahal, rumah Kades tersebut sudah dihuni sejak turun temurun dan sangat jelas berada di Dusun Buntu Lobo, Desa Salubua, Kecamatan Basse Sangtempe, Kabupaten Luwu.

Itu terungkap pada pertemuan yang dilakukan kedua belah pihak (Luwi-Torut), di Desa Salubua, Kabupaten Luwu, Rabu (14/10/2026).

“Persoalan batas wilayah bergulir sejak tahun 2017 dan telah dilakukan beberapa kali pertemuan setelah masyarakat Desa Salubua memblokade jalan dengan menutup akses jalan penghubung Torut-Luwu. Anehnya, rumah saya turun temurun kami tinggali dan berada di wilayah Luwu, juga diklaim masuk Torut,” kata Aktivis Tana Luwu, Yertin Ratu yang juga hadir pada pertemuan di Salubua, Kamis (15/10/2026).

Persoalan ini kata dia dimulai dengan adanya upaya Pemkab Torut melakukan pemasang patok di Desa Salubua tanpa sepengetahuan warga desa dan aparat pemerintah desa setempat (Salubua).

“Wilayah Desa Salubua yang dicaplok Pemkab Torut itu ada dua dusun, yakni Dusun Rante Kalibu dan Dusun Lengke,” jelasnya.

Pertemuan Rabu (14/10/2026) disinyalir sebagai upaya paksa Pemkab Torut untuk mengambil titik ordinat yang dipatok sejak 2017 yang sebelumnya ditolak warga desa

“Dan warga Desa Salubua bersama perangkat desa tetap bersikukuh tidak memberikan batas wilayahnya yang dicaplok oleh Pemkab Torut,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kades Salubua, Paliling belum memberikan tanggapan. Handphonenya dihubungi namun belum direspon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!