Kapal Asing Masuk ke Dermaga Palopo, Bawa Material untuk Pembangunan Pabrik Sawit di Luwu Utara
PALOPO INDEKSMEDIA.ID – Kapal asing dari Malaysia bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut membawa sejumlah material atau peralatan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik sawit milik PT MAS 2 di Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.
Kapal asing itu melakukan aktivitas bongkar muat selama delapan hari, terhitung mulai 28 Agustus 2026.
Kegiatan bongkar muat tersebut melibatkan PT Samudera Tanah Air sebagai Perusahaan yang mengakomodir Bongkar Muat (PBM) untuk seluruh material pembangunan pabrik.
Dalam pelaksanaannya, PT Samudera Tanah Air bekerja sama dengan PT Athallah Berjaya Nusantara, PT Unimaju Logistik, dan PT Tenera Engineering.
Direktur PT Samudera Tanah Air, Khairul Sangkala, mengatakan, kedatangan kapal asing tersebut memang berkaitan dengan kebutuhan material pembangunan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara.
“Memang kegiatan bongkar muat ini dilakukan untuk pembangunan pabrik sawit yang ada di Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara,” kata Khairul.

Menurutnya, pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para petani sawit sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai keberadaan pabrik di wilayah Luwu Utara akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam mendukung kebutuhan petani dan pengelolaan hasil produksi.
“Pembangunan pabrik sawit ini tentunya untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat bagi sektor perkebunan, Khairul menilai aktivitas kapal asing yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Ringgit juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap daerah.
Menurut dia, semakin banyak aktivitas logistik dan bongkar muat yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Ringgit, maka semakin besar pula potensi perputaran ekonomi di Kota Palopo.
“Kedatangan kapal asing di dermaga Kota Palopo juga bisa menambah PAD,” jelasnya.
Aktivitas bongkar muat equipment pembangunan pabrik sawit tersebut sekaligus menunjukkan peran Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo sebagai salah satu pintu masuk logistik untuk mendukung kegiatan pembangunan dan perekonomian di wilayah Tana Luwu. (*) (Adrian)




Tinggalkan Balasan