50 Mahasiswa UIN Palopo KKN di Ponsel Luwu, DPL: Jaga Nama Baik Almamater!
LUWU, INDEKSMEDIA ID – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di enam desa di Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel), Kabupaten Luwu.
Sebelum menjalankan pengabdian di tengah masyarakat, mahasiswa mendapat pesan khusus dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Andi Arif Pamessangi, M.Pd.
Ia meminta mahasiswa tidak hanya fokus menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menjaga etika, komunikasi, dan nama baik almamater selama berada di lokasi KKN.
Menurut Andi Arif, pemerintah desa harus ditempatkan sebagai mitra sekaligus orang tua bagi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Pesan kami kepada adik-adik, pemerintah desa adalah orang tua kita di lokasi. Dengarkan arahannya dan jaga komunikasi dengan baik,” ujar Andi Arif saat mendampingi mahasiswa KKN di Kantor Camat Ponrang Selatan, Kamis (3/9/2026).
Ia mengingatkan bahwa kehadiran mahasiswa di desa membawa konsekuensi lebih besar dari sekadar menjalankan tugas akademik.
Mahasiswa, kata dia, membawa nama keluarga sekaligus almamater yang menaunginya. Karena itu, setiap sikap dan perilaku selama berada di masyarakat akan turut menentukan citra kampus.
“Kita di sini membawa almamater. Jadi, mari kita jaga nama baik orang tua, nama baik lembaga, dan nama baik kita sendiri di tengah masyarakat,” pesannya.
Ia berharap mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Program KKN, menurutnya, akan lebih mudah mencapai tujuan apabila mahasiswa mampu beradaptasi dan menghargai lingkungan sosial tempat mereka mengabdi.
Andi Arif yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam di UIN Palopo, menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kecamatan maupun pemerintah desa apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan dari para mahasiswa.
“Kami menitipkan anak-anak kami. Mohon maaf apabila nantinya ada kekurangan dari mereka selama berada di lokasi,” katanya.
Camat Minta KKN Tak Sekadar Formalitas
Sementara itu, Camat Ponrang Selatan, Muhammad Kasim, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Palopo.
Ia berharap keberadaan mahasiswa tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di desa lokasi pengabdian.
“Kami mengucapkan selamat datang. Semoga adik-adik dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus ke desa-desa di Kecamatan Ponrang Selatan,” ujar Muhammad Kasim.
Muhammad Kasim juga memberikan apresiasi kepada UIN Palopo yang telah memilih Kecamatan Ponrang Selatan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi desa.
Namun, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami karakter dan norma sosial masyarakat setempat.
“Kepada adik-adik, nanti perhatikan etika dan adab di tempat yang ditempati. Dengan begitu, tujuan pengabdian bisa benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan pun berharap mahasiswa dapat menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, serta meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat meski masa pengabdian mereka telah berakhir.
Pelepasan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya masa pengabdian 50 mahasiswa KKN UIN Palopo di enam desa wilayah Kecamatan Ponrang Selatan diantaranya Desa Olang, Desa Bassiang, Desa Lampuara, Desa Tobalo, Desa Paccerakkang dan Desa Taramatekkeng.
UIN Palopo sendiri pada KKN 2026 kali ini menurunkan 980 mahasiswanya yang tersebar di 114 posko di Luwu Raya dengan tema “Membangun Umat, Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keberlanjutan” dan dengan tagline “Mengabdi Bersama, Berdampak Nyata”. (*)




Tinggalkan Balasan