MDA Dorong Upaya Pemulihan Akses Jalan Rante Balla
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – PT Masmindo Dwi Area (MDA) mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pemulihan akses jalan Rante Balla, Kecamatan Latimojong, yang sempat terhambat akibat sengketa lahan.
Perusahaan menilai pendekatan dialog dan persuasif menjadi langkah penting untuk memulihkan akses masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Luwu.
Sejak pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada (8/10), berbagai upaya telah dilakukan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi dengan mengedepankan kepastian hukum, ketertiban umum, serta kepentingan masyarakat luas.
MDA juga menyambut baik hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Luwu pada Jumat (16/10/2026), yang merekomendasikan pemulihan akses jalan melalui pendekatan persuasif sesuai ketentuan hukum, tanpa mengabaikan proses penyelesaian sengketa lahan yang masih berlangsung.
Direktur MDA, Erlangga Gaffar, menjelaskan bahwa pemulihan akses jalan sangat penting untuk mengembalikan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi berbagai kebutuhan.
Menurutnya, akses tersebut merupakan jalur vital bagi distribusi kebutuhan pokok, bahan bakar, logistik, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
“Akses jalan tersebut juga menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan berbagai pelaku usaha yang tidak terkait langsung dengan pokok sengketa yang sedang diproses,” ujarnya.
Ia menegaskan, perusahaan menghormati hak setiap pihak untuk mendapatkan keadilan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Karena itu, sengketa yang tengah berlangsung diharapkan dapat diselesaikan melalui proses yang objektif, transparan, dan berkeadilan,” ungkapnya.
MDA menilai penyelesaian sengketa tidak seharusnya mengorbankan hak masyarakat lain untuk bekerja, menjalankan usaha, serta memperoleh penghidupan yang layak.
Dampak terhambatnya akses jalan, lanjut perusahaan, turut dirasakan para pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia jasa transportasi, pemasok lokal, hingga keluarga yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Untuk mengurangi dampak tersebut, MDA bersama para kontraktor menyatakan akan terus melakukan langkah-langkah untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat sekitar.




Tinggalkan Balasan