Antrean BBM Dikeluhkan, Warga Palopo Sebut Pelangsir Lebih Diprioritaskan
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Warga mengeluhkan dugaan praktik pengutamaan pelangsir dalam pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu layanan Pertamina di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Masyarakat mengaku kerap tidak mendapatkan jatah BBM meski telah mengantre sejak pagi.
Keluhan tersebut disampaikan akun Facebook Anonymous Bjorka melalui unggahan di grup Info Kejadian Kota Palopo. Dalam laporannya, warga mempertanyakan sistem pengaturan antrean dan distribusi BBM di lokasi yang disebut dikelola oleh seseorang bernama Yosdar.
“Di lokasi layanan Pertamina yang dikelola Bapak Yosdar, tampaknya prioritas pengisian BBM lebih diberikan kepada kelompok pelangsir daripada warga umum yang membutuhkan untuk keperluan sehari-hari,” tulis Anonymous Bjorka, Minggu (1/11/2026).
Warga menyebut kendaraan besar dan kelompok yang diduga sebagai pengumpul BBM justru lebih dahulu mendapatkan pelayanan. Sementara masyarakat yang datang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disebut kerap pulang tanpa mendapatkan BBM.
Selain Yosdar, laporan tersebut turut menyinggung nama HJ Bayu. Nama itu disebut-sebut masyarakat sebagai pihak yang diduga memegang kendali atas pengaturan akses jalan dan alur penyaluran BBM di lokasi tersebut.
“Di kalangan masyarakat sering disebut-sebut nama HJ Bayu sebagai pihak yang dianggap memegang kendali utama atas pengaturan akses dan alur penyaluran di jalur tersebut,” ungkapnya.
Anonymous Bjorka juga mempertanyakan dugaan adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu dalam pelayanan BBM. Warga meminta aparat tidak membiarkan adanya pengaturan akses yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Apakah benar pihak-pihak ini memiliki kedudukan atau hubungan istimewa sehingga seolah-olah kebal terhadap aturan dan pengawasan hukum?” tambahnya.
Warga mendesak Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut. Mereka mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti pendukung berupa rekaman video, foto, catatan waktu kejadian, hingga keterangan saksi.
“Kami meminta pihak berwenang untuk memeriksa penguasaan akses jalan yang diduga dikuasai pihak tertentu di sekitar lokasi Pertamina tersebut, guna memastikan tidak ada penguncian atau pengaturan akses sepihak yang merugikan masyarakat,” tandasnya.
Warga berharap persoalan tersebut ditindaklanjuti secara terbuka dan adil agar distribusi BBM dapat berjalan sesuai aturan serta hak masyarakat terpenuhi.




Tinggalkan Balasan