Pelajar SMA di Palopo Diduga Dianiaya Saat Latihan Paskibra, Ditendang Hingga Ditodong Busur
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Seorang pelajar SMAN 3 Palopo berinisial ALL dilarikan ke rumah sakit usai diduga menjadi korban penganiayaan. Siswa kelas XI tersebut diduga ditendang pada bagian kepala oleh dua orang tak dikenal setelah mengikuti latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di kawasan Islamic Center, Kota Palopo.
Peristiwa itu diketahui pihak keluarga pada Kamis (29/10/2026) malam. Ibu korban, Irma, mengaku menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 21.44 Wita.
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, korban diduga mengalami kekerasan setelah mengikuti kegiatan latihan ekstrakurikuler Paskibra. Bahkan, korban disebut tidak hanya menjadi sasaran tendangan, tetapi juga mendapat ancaman menggunakan busur.
Tante korban, Sharma Hadeyang, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa keponakannya tersebut. Dia menyebut ALL diduga ditendang pada bagian kepala oleh dua orang tak dikenal dan ditodongkan busur.
“Selain ditendang kepalanya oleh 2 orang tak dikenal juga ditodongkan busur, sepertinya Palopo saat sudah tidak aman, perlu waspada,” kata Sharma.
Sharma juga mengaku mengenal keponakannya sebagai anak yang sabar dan tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain.
“Ponakan ku ini, anak sabar kasian dan tidak pernah bermasalah sama orang,” tuturnya.
Setelah mengetahui kejadian itu, keluarga kemudian membawa ALL ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam dokumentasi yang diperoleh, korban terlihat terbaring di ranjang rumah sakit dengan kedua tangan memegangi bagian kepala dan wajah.
Sementara itu, ibu korban, Irma, membenarkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada kepolisian.
“Saya sudah lapor ke polisi,” kata Irma.
Pihak keluarga berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan pihak yang diduga terlibat dapat diungkap.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun SMAN 3 Palopo terkait dugaan penganiayaan tersebut.




Tinggalkan Balasan