Pelayanan Disorot, Begini Penjelasan Manajemen RS St Madyang Palopo
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Menanggapi pemberitaan mengenai keluhan keluarga pasien yang meninggal dunia di RS St Madyang Palopo, manajemen rumah sakit langsung buka suara.
Terkait dengan meninggalnya pasien atas nama Fadly, pihak manajemen rumah sakit menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
“Kami memahami kesedihan dan kekhawatiran keluarga atas kondisi yang dialami pasien selama menjalani perawatan,” ucap dr Bidasari Jamil, selaku manajemen yang mengaku dalam perjalanan ke Makassar dan baru mengetahui persoalan tersebut, kepada Indeksmedia Sabtu (31/10/2026).
Terkait dengan pelayanan yang menjadi pokok permasalahan, dirinya telah melakukan penelusuran mulai dari perawat hingga dokter yang bertugas pada saat itu.
Berdasarkan penelusuran awal terhadap catatan pelayanan, pasien masuk ke RS St Madyang tanggal 28 Oktober 2026 dalam kondisi pasca kemoterapi yang sebelumnya dijalani di RS Wahidin.
“Sejak masuk melalui IGD, pasien telah mendapatkan pemeriksaan medis, termasuk pemeriksaan laboratorium, serta penanganan berdasarkan kondisi klinisnya,” kata Bidasari
Selama menjalani perawatan, lanjut dia kondisi pasien terus dipantau oleh tenaga kesehatan. Pada saat terjadi perubahan kondisi, termasuk keluhan sesak napas, pasien mendapatkan penanganan medis berupa pemberian terapi dan oksigen. Selanjutnya, ketika kondisi klinis memerlukan penanganan intensif, pasien dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
“Perlu dipahami bahwa pasien dengan penyakit kanker yang sedang menjalani kemoterapi memiliki kondisi kesehatan yang kompleks. Penyakit yang mendasari maupun efek kemoterapi dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan menyebabkan perubahan kondisi klinis yang memerlukan penanganan serta pemantauan secara berkelanjutan,” jelasnya.
“Terkait informasi mengenai ketersediaan ruang ICU, kami menjelaskan bahwa ruang perawatan intensif memiliki pengaturan dan peruntukan berdasarkan kebutuhan medis pasien, termasuk ruang ICU isolasi untuk pasien dengan indikasi tertentu. Oleh karena itu, ketersediaan tempat tidur secara fisik tidak selalu berarti tempat tersebut dapat digunakan untuk semua kondisi pasien,” sambungnya.
Seraya menambahkan, almarhum menghembuskan nafas terakhir di ICU.
“Jadi, almarhum masih sempat kita bawa ke ICU namun Tuhan berkehendak lain,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan