Kerusakan DAS Suso dan Termiskin di LuRa, Luwu Mustahil Raih Adipura

3300 views |

BAYU Purnomo

PALIPO,INDEKSMEDIA.ID – Jika tak ada halangan, pekan depan Tim Verifikasi Adipura akan bertandang ke Kabupaten Luwu. Itu merupakan rangkaian penilaian terkait predikat Adipura.

Namun, publik Luwu masih pesimis Piala Adipura akan diraih Kabupaten Luwu.

Betapa tidak, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso, kemudian Luwu masuk kategori daerah termiskin di Luwu Raya (LuRa) serta ketiga di Sulsel, menjadi pekerjaan berat Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Luwu dalam meraih predikat Adipura.

“Saya kira tim penilaian pasti memiliki data dan tidak asal memberi predikat. Ya, AlhamduliLlah jika Luwu meraih Adipura. Tapi ingat masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) Pemda Luwu (Bupati-Wabup) yang perlu di selesaikan. Misalanya menentaskan kemiskinan yang angkanya cukup memprihatinkan. Ke-3 di Sulsel dan termiskin di Luwu raya, serta persoalan pengrusakan lingkungan yang sangat terang terangan di depan mata. Itu semua masuk dalam kategori penilaian jadi harus dituntaskan dulu, baru Adipura,” kata Tokoh Pemuda Luwu, Bayu Purnomo menanggapi rencana kunjungan tim Adipura, kepada Indeksmedia Jumat (30/10/2026).

Mantan Wakil Sekretaris KNPI Sulsel tersebut menegaskan persoalan Adipura memang hanyalah masalah predikat. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa dari tiga kabupaten satu kota yang ada di LuRa, Luwu dan Luwu Utara (Lutra) belum pernah sama sekali menyandang predikat Adipura.

“Selalunya, Luwi Timur (Lutim) dan Kota Palopo. Ini membuktikan bahwa pemimpinnya belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap predikat Adipura. Sebab, Adipura merupakan tolak ukur kerja nyata pemerintah dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat,” terang Bayu Purnomo.

Seraya mencontohkan terkait Adipura yang instrumen penilaiannya di antanya persoalan kebersihan lingkingan di daerah. Di walmas saja dengan jumlah kurang lebih 100 ribu jiwa belum memiliki TPA.

“Kerusakan DAS Suso. Ini pun menjadi perhatian khusus bagaimana mungkin mau mengejar Adipura, sementara kerusakan lingkungan besar-besaran terjadi di Luwu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!