Viral Video Pemuda di Palopo Diduga Provokasi Berbau Rasis, Netizen Desak Polisi Bertindak

3000 views |

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Sebuah video siaran langsung (live) seorang pemuda yang diduga berasal dari wilayah Sangkin, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Pemuda yang menggunakan akun TikTok bernama Karaeng itu diduga melontarkan pernyataan bernada provokasi dan rasisme saat melakukan siaran langsung.

Potongan video berdurasi 6 menit 31 detik tersebut kemudian beredar luas di Facebook dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Seperti dilihat media ini pada Jumat (30/10/2026), pemuda tersebut terdengar mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menyinggung kelompok masyarakat tertentu. Bahkan, dalam siaran langsung itu, ia beberapa kali melontarkan kalimat bernada tantangan.

“Berapa kali mi dirujuk anak Jawa, tanya ko siapa yang tidak kenal Uwa?” kata pemuda tersebut.

Dalam video yang sama, pemuda itu juga terdengar menyebut busur dan mengarahkan tantangan kepada seseorang yang diduga berasal dari kelompok masyarakat Jawa.

“Untung tidak ada busur di sini saya bawa, seandainya masih ada busur saya datangi ko Jawa betul ka saya datangi ko. Untung sudah tidak ada mi busur,” ujarnya.

Ia kemudian kembali melontarkan tantangan agar orang yang dimaksud menemuinya secara langsung.

“Woi tidak ada orang jago di daerah. Kalau mau ko jago keluar ki, sini ko ketemu ki baku busur-busur di Jalan Rusa atau di mana ga,” imbuhnya.

Beredarnya video tersebut turut memancing reaksi warganet. Sejumlah netizen meminta aparat kepolisian segera turun tangan dan mengambil tindakan terhadap pemuda yang bersangkutan.

Salah seorang warganet berinisial WN mendesak polisi bergerak cepat menelusuri keberadaan pemuda tersebut. Ia meminta aparat tidak membiarkan pernyataan bernada provokasi itu tanpa penanganan.

“Polisi harus segera bergerak. Jangan tunggu sampai ada korban atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemuda tersebut harus segera diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata WN.

Warganet lainnya juga berharap kepolisian segera melakukan penelusuran terhadap video yang beredar agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Mereka menilai pernyataan yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial berpotensi menimbulkan keresahan dan memperkeruh hubungan antarkelompok masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!