Demo Krisis Air Berujung Gesekan di PDAM Palopo, Ini Penjelasan Dirut

3700 views |

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Direktur Utama Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo, Steven Hamdani, menyayangkan aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya yang berakhir ricuh di depan kantor Perumda TM. Kericuhan tersebut menghambat distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah wilayah terdampak krisis air.

Steven mengatakan, pihaknya memahami keresahan masyarakat akibat krisis air bersih yang terjadi di Palopo. Namun, dia meminta agar aksi penyampaian aspirasi tidak sampai mengganggu pelayanan publik.

“Kami sangat menyayangkan kejadian yang terjadi tersebut dan berharap semua pihak dapat menahan diri. Kami sangat memahami bahwa air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat,” ujar Steven dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan klarifikasi Humas Perumda TM, massa aksi seharusnya berunjuk rasa pada pukul 14.00 Wita sesuai surat pemberitahuan. Namun, demonstran tiba lebih awal sekitar pukul 11.00 Wita.

Massa kemudian membakar ban bekas di depan gerbang utama kantor Perumda TM. Asap pembakaran dan keberadaan massa di pintu masuk disebut menghambat mobil tangki yang hendak menyalurkan air bersih kepada warga.

Situasi memanas ketika sejumlah demonstran diduga menghalangi mobil tangki yang akan keluar. Aksi tersebut memicu gesekan antara demonstran, petugas keamanan, warga penerima bantuan air bersih, dan pegawai Perumda TM.

Terkait krisis air bersih, Steven menjelaskan penurunan debit air baku akibat kemarau panjang berdampak langsung terhadap produksi di sejumlah Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM).

Produksi IPAM Mangkaluku turun hingga 80 persen meski telah dibantu sistem pompanisasi. IPAM Latuppa mengalami penurunan sekitar 70 persen, sedangkan IPAM Magandang turun sekitar 65 persen. Sementara IPAM Bambalu dan Batupapan masih beroperasi maksimal untuk membantu wilayah layanan lainnya.

“Kami tidak mungkin menahan distribusi air jika debitnya mencukupi. Terkait usulan alternatif seperti pemanfaatan air laut atau air tanah, kami sudah melakukan kajian mendalam. Hasilnya, pemanfaatan air permukaan tetap menjadi opsi paling realistis yang kami jalankan,” tegasnya.

Steven menegaskan Perumda TM tidak menutup diri terhadap kritik dan tuntutan mahasiswa. Dia berharap penyampaian aspirasi tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Kami bukan pihak yang anti-kritik. Masukan positif menjadi pendorong bagi kami untuk terus berbenah. Namun kami sangat berharap distribusi air bersih tidak terganggu, karena jika pelayanan terhenti, masyarakat luas yang menjadi korbannya,” pungkasnya.

Saat ini, tim teknis dan satuan tugas Perumda TM Palopo terus bekerja selama 24 jam untuk mendistribusikan air menggunakan mobil tangki ke sembilan kecamatan terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini