Plafon RSUD Sawerigading Palopo Bocor dan Keluarkan Limbah
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID — Setetes air keruh jatuh tepat di samping ranjang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Palopo di kawasan Rampoang. Bukan tetesan infus, melainkan rembesan air limbah kamar mandi dari lantai dua yang bocor menembus langit-langit gedung.
Kondisi fasilitas kesehatan tipe B ini mendadak viral di jagat maya setelah seorang warga, Arung Banne, mengunggah potret buram fasilitas perawatan tersebut ke grup Facebook Palopo Info. Foto itu memuat plafon ruang perawatan yang tidak hanya lapuk, tetapi melengkung ke bawah menahan beban air, jebol di beberapa sudut, dan meninggalkan bercak rembesan kehitaman.
“Luar biasa rumah sakit umum Rampoang ini,” tulis Arung dengan nada satir yang kental. Ia menggambarkan betapa ironisnya ruang perawatan yang jauh dari kata higienis tersebut. “Orang sehat saja masuk sini bisa sakit, apalagi orang sakit.”
Keluhan Arung bukan isapan jempol semata. Selain langit-langit yang ringkih dan terancam ambruk, fasilitas sanitasi seperti toilet dilaporkan dalam kondisi jorok dan dipenuhi kotoran. Bagi sebuah institusi medis dengan kualifikasi rujukan Tipe B, rusaknya fasilitas dasar ini dinilai publik mencoreng standar baku kelayakan pelayanan kesehatan.
Unggahan tersebut langsung memantik gelombang protes di media sosial dan menjadi sorotan tajam bagi manajemen baru di bawah kendali dr. Iin Fatimah Hanis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur. Publik menilai manajemen rumah sakit harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem anggaran pemeliharaan gedung.
Persoalan ini juga menjadi tantangan besar bagi Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal. Pembenahan kualitas pelayanan publik dan fasilitas vital seperti RSUD Sawerigading kini menjadi ujian nyata bagi komitmen kerja birokrasi di era kepemimpinannya. Tagar #pemkotpalopo pun ramai disematkan warga sebagai desakan langsung agar sang Wali Kota segera melakukan inspeksi dan perbaikan total.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Sawerigading Palopo belum memberikan keterangan resmi terkait anggaran perbaikan ruangan terdampak. Sementara itu, pasien di ruang perawatan Rampoang hanya bisa pasrah, berharap langit-langit di atas kepala mereka tidak buru-buru ambruk sebelum masa pemulihan medis selesai.




Tinggalkan Balasan