Penipuan Data Pribadi Marak di Palopo, Mayoritas Korbannya Mahasiswa
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Dugaan penyalahgunaan data pribadi untuk pengajuan pembiayaan di platform pinjaman dan kredit online belakangan ini mencuat di Kota Palopo.
Sejumlah mahasiswa mengaku menjadi korban setelah identitas mereka diduga digunakan tanpa persetujuan yang mereka pahami untuk mengajukan pembiayaan pembelian telepon genggam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang terduga pelaku berinisial J diduga memanfaatkan data pribadi para korban untuk memperoleh pembiayaan pembelian iPhone di salah satu gerai iBox Palopo.
Korban didominasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Palopo, di antaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo dan Universitas Andi Djemma (Unanda).
Akibat peristiwa tersebut, para korban mengaku terus menerima tagihan dari perusahaan pembiayaan atas transaksi yang tidak pernah mereka nikmati.
Salah seorang mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku data pribadinya digunakan untuk pengajuan pembiayaan pembelian iPhone.
“Iya kak, data saya dipakai untuk keperluan pencairan dana beli HP iPhone,” ujarnya kepada Indeksmedia, Sabtu (25/7/2026).
Ia mengaku sempat curiga ketika diminta menyerahkan data pribadinya. Namun, karena permintaan itu datang melalui seorang teman yang meyakinkannya bahwa proses tersebut aman, ia akhirnya bersedia memberikan dokumen identitasnya.
“Awalnya saya curiga, tapi teman saya meyakinkan kalau aman. Jadi saya kasih data ku. Beberapa bulan kemudian, saya mulai sering ditelepon pihak Kredit Plus terkait tagihan,” ungkapnya.
Korban juga mengaku menerima imbalan sebesar Rp300 ribu sebagai kompensasi atas penggunaan data pribadinya.
“Lewat pihak ketiga, teman saya yang kasih uang Rp300 ribu. Yang penting data saya dipakai,” bebernya.
Pengakuan serupa disampaikan seorang mahasiswa UIN Palopo berinisial A kepada Indeksmedia. Ia mengaku data pribadinya bahkan digunakan sebanyak dua kali hingga membuatnya menanggung tagihan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.
“Data saya dipakai dua kali. Awalnya memang tidak ada masalah, tetapi sekitar empat bulan kemudian saya terus ditelepon soal tagihan. Saya sudah mendesak orang yang dulu ajak ka, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian,” keluhnya.
Ia juga mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Wara.
“Sudah kami laporkan, Kak. Ada beberapa teman yang juga menjadi korban dan sudah dimintai keterangan di Polsek,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, agar tidak mudah menyerahkan data pribadi kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang dikenal.
Hingga berita ini diterbitkan, Indeksmedia masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk terduga pelaku, pihak iBox Palopo, perusahaan pembiayaan yang disebutkan para korban, serta kepolisian mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. (*)




Tinggalkan Balasan