Madani Care PNM Palopo Dorong Peningkatan Gizi Keluarga di Luwu Utara
LUTRA, INDEKSMEDIA.ID – Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi stunting nasional turun dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024 sebuah kemajuan yang patut disyukuri, namun pemerintah menegaskan perjuangan belum selesai karena target nasional adalah menurunkan angka stunting hingga 14,2% pada 2029.
Merespons tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palopo melalui program TJSL Madani Care menggelar kampanye pencegahan stunting sekaligus pembagian paket gizi di Aula Kantor Desa Tarra Tallu, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang menyasar ibu hamil, orang tua balita, serta nasabah Mekaar di wilayah Luwu Raya, Toraja, dan Enrekang ini digelar bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Cendana Putih dan tenaga medis setempat sebagai bukti nyata bahwa pemberdayaan PNM tidak berhenti pada modal usaha, tetapi menjangkau kualitas hidup seluruh keluarga nasabah.
Pemateri Kasiani, SKM, menyampaikan pengingat tentang pentingnya dalam sesi penyuluhan, di Kecamatan Mappedeceng saat ini tercatat 28 status kebutuhan gizi dan hingga kegiatan ini berlangsung, nihil kasus stunting sebuah capaian yang harus terus dijaga.
Ia menekankan bahwa pencegahan paling efektif dilakukan pada usia emas di bawah dua tahun, dengan memperhatikan asupan protein tinggi, buah, dan sayur, serta pemberian ASI eksklusif dari 0 hingga 6 bulan dilanjutkan makanan pendamping yang tepat.
Kepala UPTD Puskesmas Cendana Putih, Enri Murahmah, menambahkan bahwa stunting bukan sekadar soal tinggi badan.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Anak tidak hanya terlihat pendek, tapi juga terganggu kemampuan berpikirnya. Penanganannya butuh kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan pihak swasta seperti PNM,” ujar Enri Murahmah.
Pemimpin PNM Cabang Palopo, Eka Pradana Wijaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian rutin dari komitmen PNM yang melampaui peran sebagai lembaga pembiayaan.
“Kegiatan Madani Care ini merupakan bagian rutin dari program TJSL PNM. Wilayah kerja kami mencakup Luwu Raya, Toraja, dan Enrekang, sehingga kami menjadwalkan kegiatan secara bergilir di setiap kabupaten,” ungkap Eka Pradana.
“Selain memberikan pembiayaan bagi keluarga pra-sejahtera, PNM juga berkomitmen mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” sambungnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian paket gizi kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan nyata PNM dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Langkah PNM Cabang Palopo ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Bagi PNM, pemberdayaan yang sejati bukan hanya tentang menumbuhkan usaha pengusaha ultra mikro, tetapi juga memastikan bahwa anak-anak dari keluarga nasabah tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. (Andri)




Tinggalkan Balasan