Jelang Setahun Kepemimpinan Naili-Ome, 25 Program “Palopo Baru” Jalan Ditempat
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Memasuki detik-detik setahun kepemimpinan Naili-Ome, nahkodai Kota Palopo, 25 program andalan yang diusung pasangan dengan tagline “Palopo Baru”, jalan ditempat alias belum satupun yang berjalan.
Publik menilai hal tersebut menjadi preseden buruk bagi Walikota dan Wakilnya.
Kepercayaan publik terhadap janji yang telah diikrarkan jauh dari yang diharapkan.
Itu terungkap saat digelar dialog interaktif yang bertema setahun kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota Palopo, yang dimotori Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palopo, Jumat (10/07/2026).
Kegiatan yang berpusat di Sekretariat HMI, Perum Nyiur Permai tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di masing-masing bidangnya.
Masing-masing, Dr. Syahiruddin Syah, M.Si (Pengamat Kebijakan Publik Kota Palopo), Dr. Haedar Djidar, SH.,MH (Dekan Fakultas Hukum Unanda), Afrianto Nurdin, SPd., M.Si (Pengamat Ekonomi), Andi Enceng Amir, S.E., M.Si. (Asisten II Pemkot Palopo) dan
Kahar Iting (Pimpred Indeks Media)
Acara tersebut bertambah hangat dengan kehadiran Moderator Iswandi Ismail, yang memandu jalannya acara.
Sesi pembuka yang diberikan Moderator ke Kahar Iting selaku Pimpinan Redaksi (Pimpred) Indeksmedia dengan melihat perjalanan setahun kepemimpinan Naili-Ome, dalam kesempatan tersebut mengatakan, keberadaan Walikota Palopo dan Wakilnya seperti hampa.
Dari catatan redaksi, belum ada satupun kebijakan pemerintah yang dianggap berjalan seirama dengan 25 program unggulan yang telah dicanangkan.
“Kami melihat dari perspektif berbeda, sebagai seorang Jurnalis, kami selalu diwajibkan untuk mencari kebenaran di balik fakta. Mari kita gunakan dialek kritisisme untuk membedah wajah pemerintahan Kota Palopo.
Untuk mengevaluasi pemerintahan Kota Palopo, dalam kurun waktu hamper 1 tahun ini maka perlu kita melihat fakta bukan pada apa yang nampak. Karena seringkali yang nampak tidak memiliki kesesuaian dengan fakta,” kata Kahar Iting disambut aplus para tamu, sore tadi.
Sementara itu, Afrianto Nurdin, juga mengkritik pertumbuhan ekonomi di Kota Palopo.
Menurutnya, sudah seringkali dirinya mengulang bahwa pertumbuhan ekonomi di Palopo, berbading terbalik dengan yang diharapkan.
“Kita (Palopo) sudah tertinggal sedang daerah lain sudah di level atas. Ini perlu evaluasi menyeluruh terlepas dari adanya refocusing dan efisiensi,” terangnya.
Disisi lain Haidar Djidar juga memberikan pendapatnya terhadap kepemimpinan Walikota dan Wakilnya.
Mantan Ketua KPU Palopo tersebut menilai, sejumlah pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diperhadapkan aturan dan kebijakan daerah.
“Ada yang melaksanakan berstatus sebagai Pelaksana tugas sementara (Plt) namun di satu titik belum defenitif sedang fenomenanya dikejar dengan waktu. Dalam aturan PLT tidak boleh lebih dari tiga kali tetapi saat ini ada yang sudah dua kali. Ini yang perlu di evaluasi kedepannya,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Syahiruddin Syah, M.Si (Pengamat Kebijakan Publik Kota Palopo), mengkritik pemerintahan yang saat ini berjalan.
Menurutnya, semua kebijakan yang adi Palopo, tidak lepas dari kepentingan politik.
“Maka dari itu, kiranya Pemerintah saat ini akur-akurlah dengan DPRD agar supaya kebijakan yang disusun sejalan dengan program yang diusung pasangan Naili-Ome,” tutur Syahiruddin.
Menanggapi seluruh Narasumber yang hadir, Andi Enceng Amir, S.E., M.Si. (Asisten II Pemkot Palopo), mengatakan, seluruh kritik dan saran yang diperoleh melalui refleksi kali ini akan ditembuskan ke pimpinan selaku penentu kebijakan di Palopo.
“Saya berterima kasih kepada adik-adik HMI karena sudah membuka ruang diskusi yang memang selama ini kita harapkan. Insya Allah, apa yang kami peroleh hari ini menjadi dasar kami untuk selanjutnya disampaikan ke pimpinan,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan