Randis Mazda Polres Palopo Diduga Pakai Plat Gantung, Kapolres Seperti “Lepas Tangan”

PALOPO,IMDEKSMEDIA.ID – Kendaraan Dinas (Randis) Polres Palopo, bermerek sedan Mazda dyang lakalantas di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga kuat memakai Nomor Plat.

Anehnya, Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma yang dikonfirmasi perihal kasus tersebut, seolah-olah lepas tangan dari kejadian yang melibatkan istrinya sendiri.

Dari Laporan Polisi (LP) Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pangkep, disitu tertera Mazda yang dikemudikan Yoel Novianto Pendi yang memuat Ny Ifa Hanifa istri Kapolres Palopo, tertulis Nomor Polisi (Nopol) DP 1981.

Nopol yang tidak memiliki kode Seri dibelakang itu mengalami kecelakaan di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandoang, Kecamatan Pakajene, Kabupaten Pangkep. Kejadiannya, Jumat (17/06/2026).

Lawannya, Toyota Inova DW 1135 LD yang dikemudian Muh Yunus, warga Kota Palopo.

Usai mengalami kecelakaan, Nopol yang terpasang di bagian Bamper depan dan belakang Mazda langsung dicopot untuk menghilangkan jejak.

Setelah tim Indeksmedia melakukan penelusuran dengan melakukan pengecekan Nomor Plat (DP 1981) seperti yang digunakan Randis Polres Palopo, ternyata nomor tersebut tidak teregistrasi atau tidak terdaftar di dokumen negara Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Palopo.

“Nomornya tidak terdaftar pak, kami sudah cek berulang kali di aplikasi tapi selalu bleng alias eror,” kata salah satu petugas Samsat Palopo, yang minta namanya tidak disebut, Rabu (15/07/2026).

Terkait kasus tersebut, Humas Polres Palopo, belum terlalu memonitor soal adanya insiden kecelakaan yang melibatkan Randis Polres Palopo dan istri pimpinan tertinggi di Polres Palopo.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marzuki yang dikonfirmasi mengatakan keluarga dari pemilik Toyota Inova sebelumnya ingin bertemu dengan Kapolres Palopo. Namun, sampai detik ini kabar mengenai informasi pertemuan tersebut belum ada sampai sekarang.

“Pernah ada keluarga dari pemilik mobil Innova yang lawan tabrakan mau ketemu Kapolres tapi sampai saat belum ada kabarnya,” bebernya Marzuki.

Ditanya soal adanya informasi yang beredar mengenai kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Yoel Novianto Pendi, mantan Kasat Lantas Polres Tana Toraja itu, mengaku belum mengetahuinya.

“Kalau soal sepenuhnya diserahkan kepada sopir, soal itu saya belum monitoring,” cetusnya.

Sebelumnya, Yoel Novianto Pendi, kepada Indeksmedia mengatakan belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak perihal kasus tersebut.

Saat ditanya mengenai, penyelesaian kasus tersebut, Yoel sepertinya mendapat tekanan yang membuat memaksa dirinya harus memberatkan M Yunus, selaku sopir Toyota Inova yang menjadi lawannya dalam insiden kecelakaan tersebut.

“Sudah empat kali saya dipercaya sebagai sopir di Polres Palopo dan baru kali ini saya mendapat masalah. Kalau soal penyelesaian kasus, saya tetap berpendirian awal si pengendara Toyota Inova harus memenuhi permintaan awal seperti yang telah saya sampaikan pada penyidik laka Polres Pangkep,” tutur Yoel.

penyidik Lakalantas Polres Pangkep, Briptu Ahmad Ghasali sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara kekeluargaan kasus tersebut.

“Kami masih menunggu kesepakatan dari kedua belah pihak. Tapi, sampai sekarang belum ada informasi perkembangan yang kami terima,” tutur Ahmad Ghasali.

Terpisah, Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, yang dikonfirmasi perihal masalah tersebut tidak memberikan penjelasan yang kongkrit.

Perwira dua bunga melati itu, seolah-olah lepas tangan dari masalah tersebut.

Padahal, kecelakaan yang terjadi sekitar tiga bulan lalu itu melibatkan sopir beserta istrinya.

“Silahkan dikoordinasikan dengan Kasatlantas,” ucapnya ringkas membalas pesan WhastApp wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!