PETI di Bajo Luwu Disindir Kebal Hukum, Warga: Sekalian Saja Dilantik Jadi Polisi

Wan

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu tak henti-hentinya terus disorot oleh warga.

Sebuah postingan sindiran di grup Facebook Pemilu dan Pilkada Kabupaten Luwu viral setelah menyinggung dugaan tambang yang masih beroperasi padahal baru saja digerebek Polda Sulsel.

Postingan yang diunggah akun Seaman130 itu ditulis dengan bahasa campuran Indonesia dan Bugis Luwu dengan nada satire dan kekecewaan mendalam terhadap lemahnya penegakan hukum di kampungnya sendiri.

“Maballo kapang dilantik saja itu bos Tambang Ilegal menjadi panggawa polisi inde kampongta Luwu,” tulisnya seperti dilihat media ini, Kamis (8/10/2026).

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik sindiran tersebut. Menurutnya, Polda Sulsel baru saja melakukan operasi besar-besaran pada hari Sabtu lalu dan berhasil mengamankan lebih dari 10 unit excavator dari lokasi tambang.

Namun anehnya, aroma operasi Brimob yang baru selesai itu masih terasa di lapangan, tapi aktivitas penambangan sudah kembali berjalan seolah tidak pernah terjadi penertiban.

“Karena baru baru operasi Polda 10 lebih Exacavator diamankan kalau tidak salah allo sabtu lendu. Masih ada bau brimob di lapangan, na maktambang omia. Tidak takut mereka ini sama polisi haha,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, pemilik akun melanjutkan sindirannya dengan menyebut lokasi spesifik yang menjadi pusat aktivitas tersebut.

Ia mempertanyakan apa lagi yang dikerjakan di wilayah Tettekan dan Tumbuara, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik tambang di Luwu. Ia bahkan menyebut pelantikan itu sebaiknya sekalian saja diupacarakan secara resmi.

“Jadi diupacarakanmi kapang pelantikanna haha. haha. aparia makjama omo iti Tettekan dan Tumbuara. Bisa dikasi penghargaan ini pak Tambang,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan sosok bos tambang tersebut layak diberi penghargaan sebagai tokoh paling berani, karena dianggap tidak memiliki rasa takut sedikitpun terhadap aparat kepolisian maupun TNI yang baru saja melakukan operasi di wilayah itu. Postingan itu juga ditutup dengan menandai akun resmi POLDA SUL-SEL.

“Tokoh paling berani jo olona Polisi sola tentara,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi kebenaran aktivitas tambang di Tettekan dan Tumbuara serta tindak lanjut operasi penertiban yang dilakukan Polda Sulsel beberapa hari lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!