Pemuda Walmas Kecewa, Bupati Luwu Belum Cabut Hibah Lahan Unanda di Katetan

AGAM Paduli

WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Pemuda Walenrang Lamasi (Walmas) kecewa. Itu lantaran Bupati Luwu, H Patahuddin belum juga mencabut hibah lahan Universitas Andi Djemma (Unanda) yang ada di Desa Baramamase, tepatnya di Karetan Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu.

Lahan seluas kurang lebih 30 hektare itu, awalnya diambil paksa dengan dalih akan dibangun kampus Unanda.

Setelah dihibahkan oleh bupati pihak Unanda mulai melakukan perintisan akses.

Namun, hanya sebatas itu saja, hingga kurang lebih 10 tahun tidak ada satupun pembangunan gedung seperti komitmen sebelumnya.

Para pemuda Walmas akhirnya serentak mendesak Bupati Luwu untuk segera mencabut hibah lahan tersebut.

Desakan kali ini datang dari salah satu Pemuda Walmas, Agam Paduli.

Dia (Agam) mendesak Pemda Luwu dalam hal ini bupati untuk segera mencabut status hibah lahan milik Pemda Luwu yang ada yang sebelumnya telah dihibahkan ke Unanda.

Tujuan dihibahkannya lahan tersebut kepada Unanda yakni untuk memenuhi syarat Kampus Unanda menjadi PTN.

Namun faktanya sampai detik ini lahan tersebut tidak dipergunakan dengan baik oleh pihak kampus, tidak ada sama sekali aktivitas akademik maupun pembangunan insftrastuktur kampus yang mengarah ke komitmen pemberian hibah.

Padahal, lahan tersebut notabene menjadi tempat mata pencaharian puluhan Kepala Keluarga masyarakat sekitar.

“Informasi yang kami himpun dalam waktu dekat pihak Unanda akan melakukan pembangunan batas lahan 30 hektar tersebut. Pertanyaannya apa esensinya, bisa saja Unanda buat batas lahan kemudian membuat Surat Ham Milik (SHM) setelah itu secara hukum putuslah hak rakyat dan Pemda terkait kepemilikan lahan,” kata Agam, Kamis (17/09/2026).

Lanjut dikatakannya, jika Unanda berhasil membuat SHM diatas lahan tersebut maka jelas merugikan masyarakat Walmas dan Pemda Luwu pada umumnya.

Sehingga tidak ada alasan lain Bupati Luwu harus bersikap, hentikan proses pembuatan batas lahan dan cabut status hibah Unanda.

“Ini lebih bermanfaat jika lahan tersebut di manfaatkan oleh masyarakat untuk areal pertanian, apalagi hari ini Negara melalui Kementrian pertanian lagi gencar-gencarnya membuka lahan pertanian melalui program percetakan sawah dan hal tersebut kontras dengan situasi yang ada di Luwu, lahan produktif untuk areal pertanian yang sudah ada dan di garap rakyat dari puluhan tahun silam malah ingin di jadikan Kampus yang juga tidak memiliki kepastian apakah di bangun , apakah benar Unanda menjadi PTN,”
Cetus Agam Paduli yang juga Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Unanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!