GAM LuRa Minta Menteri ESDM dan Kepala TBBM Palopo Dicopot

GAM Luwu Raya melakukan aksi unjuk rasa terkait kelangkaan BBM di LuRa, baru-baru ini.

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Luwu Raya (LuRa), mengundang reaksi dari Gerakan Aktivis Mahasiswa(GAM ) Luwu Raya.

Melalui aksi unjuk rasa yang dilakukan di dua titik, yakni di Taman Palopo City dan di lanjutkan di Depot Karang-karangan Kabupaten Luwu, Jum’at (11/09/2026), massa meminta lima tuntutan segera dilaksanakan.

Adapun lima tuntutan tersebut yakni menurunkan harga BBM non subsidi, copot Menteri ESDM, copot Kepala TBBM Palopo, mendesak Tim Chacker TBBM Palopo, melakukan pengawasan dan pemeriksaan semua SPBU dan terakhir mendesak Dinas Koperindag se-LuRa untuk menstabilkan harga eceran.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk dengan grand isu: “Luwu Raya Krisis Energi, Elit Berdiam Diri”.

Gam Luwu Raya juga mendesak Tim Checker untuk melakukan pengawasan terhadap SPBU yang ada di LuRa dan pihak depot juga harus memastikan pengawasan pendistribusian dan memastikan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan prosedural.

Jendral lapang, Achecar mengatakan dengan adanya kelangkaan BBM, rakyat akan kesusahan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, dalam menunjang perekonomian.

“Lanjutnya, kondisi tersebut pada akhirnya menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas masyarakat dengan kelangkaan BBM dapat menghambat aktivitas masyarakat dan memengaruhi kondisi perekonomian rakyat,” tegas Achecar.

Sementara itu, Panglima wilayah GAM Luwu raya, Ahmad Hanifulla, juga menyoroti dampak dari kenaikan dan kelangkaan BBM, akan memicu inflasi kenaikan harga energi langsung mendorong naiknya biaya produksi dan tarif distribusi barang secara lokal maupun nasional

Hanifulla mengatakan, menekan pertumbuhan ekonom, komsumsi komsumsi rumah tangga yang lambat dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi makro dalam jangka panjang serta menimbulkan efek berantai terhadap biaya transportasi.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam saja, kami menyadari apa yang dirasakan masyarakat terhadap kelangkaan BBM ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!