Delegasi FH Unhas Presentasikan Riset Dampak Tambang Nikel di Forum PBB Bangkok

BANGKOK,INDEKSMEDIA.ID – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) mengukuhkan kontribusi internasionalnya dengan menghadiri sekaligus menjadi Mitra Kolaborasi 2026 dalam forum bergengsi dunia, Building Resilience, Advancing Rights: 8th UN Responsible Business and Human Rights (UNRBHR) Forum.

Pertemuan internasional ini diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 14–17 September 2026.

Delegasi resmi ini dipimpin langsung oleh Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., didampingi tim akademisi FH Unhas yang terdiri atas Laode M. Syarif, S.H., LL.M., Ph.D.; Prof. Dr. Birkah Latif, S.H., M.H., LL.M.; Dr. Kadarudin, S.H., M.H., CLA.; dan Dr. Andi Tenri Famauri Rifai, S.H., M.H.

Pada forum internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, delegasi FH Unhas mempresentasikan artikel ilmiah strategis berjudul “When Nickel Mining Harms People and the Planet: Challenges in Securing Effective Remedy in Indonesia”.

Materi ini menyoroti dilema hukum, tantangan penegakan hak asasi manusia, serta pemulihan lingkungan hidup akibat dampak masif industri pertambangan nikel di Indonesia.

Keikutsertaan aktif FH Unhas dalam agenda global ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus Tingkat Internasional) dan IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Mendapat Rekognisi Internasional).

Selain itu, di tingkat fakultas, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pemenuhan IKU Jumlah Joint Internasional Conference per-tahun. Melalui pemaparan riset di forum resmi PBB ini, kepakaran akademisi Unhas diakui di panggung dunia, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global institusi.

Langkah strategis ini juga selaras dengan Rencana Strategis (RENSTRA) Unhas Periode 2025–2029 yang berorientasi pada penguatan reputasi institusi menuju World Class University (WCU).

Partisipasi ini merupakan implementasi nyata dari visi jangka panjang Unhas sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, dan teknologi berbasis kearifan Benua Maritim Indonesia, yang berkomitmen memberikan sumbangsih pemikiran kritis guna merumuskan kebijakan hukum bisnis yang adil serta berkelanjutan di tingkat Asia-Pasifik.

Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menegaskan bahwa keterlibatan Unhas sebagai mitra kolaborasi global ini merupakan perwujudan komitmen institusi dalam mengawal isu-isu hukum, bisnis berkelanjutan, dan hak asasi manusia.

“Melalui diseminasi riset ini, FH Unhas tidak hanya membawa nama baik institusi ke panggung internasional, tetapi juga memberikan sumbangsih pemikiran kritis dan rekomendasi strategis hukum untuk mendorong keadilan bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan, khususnya di sektor tata kelola pertambangan,” ujar Prof. Hamzah Halim di Bangkok.

Forum 8th UN Responsible Business and Human Rights Forum Asia-Pasifik tahun ini menjadi titik temu bagi para pembuat kebijakan, akademisi, praktisi hukum, dan organisasi internasional untuk merumuskan ketahanan bisnis yang bertanggung jawab dan pemenuhan hak-hak dasar manusia dalam era transisi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!