SSA XXVI Gereja Toraja di Palopo Sukses, David Somalinggi: Semua untuk Kemuliaan Tuhan

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Hari kelima pelaksanaan Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja di Kota Palopo, berlangsung hikmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Kamis 9 Juli 2026, sejak dimulainya puncak acara pembukaan hingga Senin (13/07/2026), berjalan sukses bahkan mendapat apresiasi luas.

Itu karena dikemas secara spektakuler,  mencerminkan semangat persatuan serta kebesaran pelayanan Gereja Toraja.

Beberapa tokoh besar Toraja, seperti DPR RI, dan tokoh keagamaan hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Selain itu, para pejabat se Luwu Raya bahkan Sulawesi Selatan turut hadir membuka kegiatan itu.

Ketua Umum Panitia SSA XXVI, David Somalinggi, menegaskan bahwa seluruh persiapan dan pelayanan yang dilakukan panitia ditujukan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan.

“Setiap unsur kepanitiaan bekerja dengan semangat pengabdian agar seluruh peserta dapat mengikuti persidangan dan berbagai agenda dengan nyaman serta tetap berfokus pada tujuan utama sidang, yakni memperkuat pelayanan dan persekutuan gereja,” jelasnya.

Pelaksanaan SSA XXVI juga membawa dampak positif yang nyata bagi kehidupan bergereja di wilayah Tana Luwu. Aspek persekutuan semakin terasa melalui keterlibatan 49 jemaat yang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan pendukung.

“Kehadiran ribuan peserta tidak hanya mempererat relasi antarjemaat, tetapi juga menumbuhkan semangat melayani, gotong royong, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian setempat,” tambahnya.

David menjelaskan, seluruh agenda tetap berjalan sesuai rencana dengan dukungan penuh panitia, peserta, jemaat, dan masyarakat.

“Walaupun ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi bersama, sementara semangat persaudaraan, pelayanan, dan kemuliaan Tuhan tetap menjadi fondasi utama penyelenggaraan Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja,” tutupnya.

Dampak Sidang Sinode bagi Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Selain menjalin silaturahmi, dampak dari Sidang Sinode tersebut juga sangat terasa bagi UMKM dan perhotelan. David menjelaskan, banyaknya masyarakat Toraja dari berbagi daerah menghadiri sidang tersebut menjadi pemicu utama pertumbuhan tersebut.

“Kita lihat sekarang hampir semua hotel dipenuhi oleh masyarakat dan tokoh-tokoh Toraja yang datang ke Kota Palopo, tentunya itu mampu meningkatkan pendapat asli daerah (PAD),” bebernya.

“Belum lagi UMKM turut merasakan dampaknya, hampir semua warung makan laris manis sejek 5 hari terakhir ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!