Tiga Kader Terbaik GAM Luwu Raya Berebut Tahta ‘Panglima’
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kongres ke-II Komando Wilayah (Komwil) Gerakan Ativis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya dipusatkan di Kabupaten Toraja Utara (Torut), pada 06-08 Maret 2026.
Menariknya, di pertemuan akbar tersebut, akan dirangkaikan dengan perebutan satu kursi Panglima GAM Luwu Raya periode 2025-2027.
Tiga Kader terbaik organisasi besar itu akan bertarung merebut tahta panglima. Mereka adalah Rugon, Aditiya dan Peluru94 M.
Ketiganya memliki ciri khas dan kelebihan masing-masing, seperti Rugon yang menjabat Komando Departemen Ekonomi dan Kesekretariatan. Aditiya, yang juga Staf Departemen Advokasi Hukum dan HAM, serta Peluru94 M Berndahara Umum GAM Luwu Raya.
Peluru94 M sendiri menyatakan kesiapannya bertarung di Kongres Wilayah ke-II GAM Luwu Raya.
Pemuda dengan nama lengkap Ahmad Hanifulla, merupakan pasukan Sawerigading, yang optimisi merebut tongkat panglima wilayah pada kongres wilayah ke-II.
“Insya Allah dalam Kongres Wilayah ke-II ini, saya siap kembali mencalonkan diri sebagai kandidat Panglima GAM Luwu Raya priode 2025-2027. Saya sudah siap wakafkan diri saya untuk Panglima GAM Luwu Raya,” kata Peluru94M, Rabu (04/03/2026).
Rugon sendiri tak mau kalah, di Kongres yang akan berlangsung dua hari tersebut, dianggap sebagai moment bersejarah untuk menentukan arah dan langkah GAM Luwu Raya kedepan.
“Semuanya merupakan kader terbaik, jadi siapapun yang nantinya terpilih maka itulah panglima GAM Luwu Raya dan kami siap bekerja sama,” beber Rugon.
Senada juga diutarakan Aditiya, Kongres yang berbeda dengan yang sebelumnya ini dianggap sangatlah sakral dimana pelaksanaannya berpusat di Torut.
“Ini moment langkah dan bersejarah bagi GAM Luwu Raya. Suatu kebanggaan kami bisa berada di titik ini,” ucapnya berlalu.
Sebelumnya, Ketua Panitia Kongres ke II Konwil GAM Luwu Raya, Ketua Panitia, Fhadel Muhammad Sukma, mengatakan seluruh kader GAM dari berbagai daerah di Luwu Raya hingga luar daerah akan berkumpul di Torut. Kongres ini akan menjadi forum tertinggi organisasi untuk menjalankan amanat Kitab Hitam GAM. Fhadel juga mengatakan Kongres ini merumuskan langkah strategis perjuangan, serta menentukan arah dan kepemimpinan organisasi ke depan.
“Kader GAM dari berbagai daerah di Sulsel akan berkumpul Toraja Utara untuk menentukan arah kepemimpinan GAM selanjutnya. Toraja Utara dipilih karena memiliki nilai historis sebagai tanah yang sarat dengan jejak perjuangan dalam menegakkan martabat dan kedaulatan rakyat. Semoga ini menjadi energi moral bagi seluruh kader untuk tetap konsisten melawan segala bentuk ketimpangan dan penindasan, sebab penindasan adalah musuh abadi GAM,” tegas Fhadel yang juga Panglima Wilayah.




Tinggalkan Balasan