Perkuat Koordinasi Bidan, Dinkes Palopo Gelar Rakor Jaringan KIA Kespro 2026

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Pertemuan Koordinasi Penguatan Jaringan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) Tingkat Kota Palopo Tahun 2026 digelar di Aula Hotel Banua, Balandai, Senin (28/09/2026).

Kegiatan dihadiri Setda Palopo, Andi Poci, Kepala Dinas Kesehatan dr. Irsan Anugrah, narasumber, para bidan kelurahan, penanggung jawab program KIA Rumah Sakit, serta seluruh peserta rapat.

Pelayanan kesehatan ibu, anak, kesehatan reproduksi, dan gizi memerlukan kerja sama yang erat antara Puskesmas, Rumah Sakit, serta pengelola program di tingkat kota.

Termasuk skrining bayi baru lahir, penanganan rujukan tepat waktu, hingga pencatatan dan tindak lanjut kasus gizi buruk secara konsisten.

Selain itu, berdasarkan Surat Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan tanggal 15 September 2026, terjadi perubahan format laporan indikator ANC K1 Murni, K6, dan 12T yang kini ditingkatkan pemantauannya.

Data ketiga indikator dipantau melalui integrasi sistem SIGIZI Kespro, sehingga keseragaman pencatatan, ketepatan waktu pelaporan, serta kesesuaian data antar-satuan kerja menjadi sangat penting.

Tujuan kegiatan ini secara umum adalah memperkuat koordinasi jaringan KIA Kespro dalam pelaksanaan pemantauan, monitoring, dan evaluasi program di Kota Palopo.

Secara khusus, kegiatan tersebut menyamakan pemahaman mengenai skrining bayi lahir serta identifikasi masalah kesehatan sejak dini.

Pemateri dr. Muqimuddin menekankan pentingnya skrining bayi baru lahir sebagai fondasi kualitas hidup generasi mendatang.

“Melalui skrining, kita dapat mendeteksi sejak dini jika ada gangguan pertumbuhan, sehingga segera diatasi. Harapan kita, anak-anak kita tumbuh lebih sehat, anak laki-laki lebih tinggi dari ayahnya, kalau perempuan lebih tinggi dari ibunya, serta bebas dari gangguan perkembangan yang dapat mempengaruhi kecerdasan. Jangan menunggu sampai terlihat tanda sakit, lakukan pemeriksaan sejak dini. Di Kota Palopo, sudah tersedia layanan skrining di Posyandu, Puskesmas, maupun klinik-klinik, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepala yang berkaitan dengan perkembangan otak anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Palopo, Hardian Waly, mencatat capaian penginputan data ibu hamil mencapai 1.229, serta kinerja 12 Puskesmas dan para bidan perwakilan kelurahan berjalan sangat baik dengan capaian yang luar biasa.

Namun, peningkatan mutu penginputan berbasis aplikasi menjadi fokus utama.

“Kinerja di lapangan sudah sangat baik, terbukti dari capaian SPM yang memuaskan. Namun jika data tidak diinput ke sistem, maka akan tetap terbaca nol. Melalui pertemuan ini, kita bahas kendala yang dihadapi saat penginputan, mencari solusi bersama, serta melakukan simulasi agar laporan manual dan laporan aplikasi sinkron dan akurat,” tegasnya.(Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!