Keracunan Makanan, Program MG Yayasan TK Islam Asbary Palopo Nyaris Renggut Nyawa 9 Anak
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kasus keracunan makanan (bukan MBG) kembali terjadi di Kota Palopo.
Kali ini, nyawa 9 anak di TK Islam Asbary Kota Palopo, nyaris terenggut usai mengkonsumsi makanan yang disajikan pihak yayasan.
Muntah-muntah disertai kejang dan menggigil, menyerang 9 anak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang diterima Indeksmedia, menyebutkan, selain sembilan anak, beberapa tenaga pendidik ikut keracunan diduga setelah memakan nasi goreng yang disajikan yayasan.
Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (25/09/2026).
Hingga Sabtu (26/09/2026), para korban yang terdiri atas enam murid, satu guru, dan dua kerabat murid masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.
Peristiwa bermula saat yayasan menyediakan menu nasi goreng sosis sebagai bagian dari program Makan Gizi (MG) internal sekolah.
Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah murid, guru, dan kerabat murid mengeluhkan gejala pusing, mual, dan diare.
Mereka kemudian dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Mega Buana, Rumah Sakit At-Medika, Rumah Sakit St. Madyang, Rumah Sakit Bintang Laut, dan Klinik Zam-zam.
Kepala Sekolah TK Islam Asbary Palopo, Irmawati, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa program makan gizi merupakan kegiatan internal yayasan dan tidak terkait dengan program nasional.
Ini murni rutinitas bulanan TK Islam Asbary. Bukan program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan makanan gizi yang disediakan pihak yayasan kami,” ujarnya.
Pihak yayasan, katanya, telah mengunjungi para korban dan menyatakan komitmen penuh untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan identitasnya menyayangkan kejadian tersebut.
Dia meminta agar pihak sekolah dan yayasan bertanggungjawab penuh atas kejadian tersebut.
“Pasca keracunan dan sampai hari ini, belum ada kejelasan dari pihak sekolah dan yayasan. Kami hanya diberitahu bahwa yayasan bersedia bertanggungjawab namun pihak yayasan sendiri dikabarkan masih berada di Makassar,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan