KKN UIN Palopo Desa Bakti Dorong Literasi Keuangan UMKM Lokal lewat Seminar
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Mahasiswa KKN UIN Palopo Kelompok 16 Desa Bakti, Kecamatan Ponrang Selatan, mendorong pelaku UMKM meningkatkan literasi keuangan melalui Seminar Pelatihan Pencatatan Keuangan UMKM, Jumat (2/10/2026).
Mengusung tema “Meningkatkan Literasi dan Keterampilan Pencatatan Keuangan bagi UMKM di Desa Bakti”, kegiatan tersebut membekali 19 pelaku UMKM dengan pemahaman praktis tentang cara mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, teratur, serta mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Seminar dibuka Kepala Desa Bakti, Rifaid Ahmad, dengan menghadirkan Nurfadilah, S.E., M.Ak., akademisi sekaligus dosen UIN Palopo, sebagai narasumber.
Kades Rifaid mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Palopo yang dinilai turut membantu pelaku UMKM di Desa Bakti memperkuat kemampuan mengelola keuangan usaha.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting agar pelaku UMKM mampu mengelola usaha secara lebih terukur sekaligus meningkatkan daya saing.
“Kegiatan ini sangat membantu UMKM lokal di Desa Bakti untuk terus meningkatkan kualitas literasi keuangan usahanya agar dapat bersaing,” ujar Rifaid.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Bakti KKN UIN Palopo, Fikram Adiwijaya, mengatakan peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan, tetapi juga cara mencatat pemasukan dan pengeluaran serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha.
“Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM di Desa Bakti diharapkan dapat mulai menerapkan pencatatan keuangan secara rutin sehingga lebih mudah mengetahui kondisi dan perkembangan usaha mereka,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Nurfadilah menekankan bahwa pencatatan keuangan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha.
Menurutnya, pencatatan yang dilakukan secara sederhana dan konsisten dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan serta mengukur apakah usaha yang dijalankan menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.
“Kita harus mencatat laporan keuangan kita, agar kita tahu mana uang pribadi dan mana uang hasil usaha. Kita juga dapat mengetahui apakah kita untung atau rugi dalam usaha kita,” jelas Nurfadilah.
Materi seminar disampaikan dengan pendekatan praktis melalui contoh pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Pendekatan tersebut diharapkan memudahkan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Seminar ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UIN Palopo Kelompok 16 dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan. (*)




Tinggalkan Balasan