Video Siswi SMP di Luwu Nyanyi Lagu Rohani Viral, Disdik Beri Klarifikasi 

Wan

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Video berdurasi 57 detik yang memperlihatkan sejumlah siswi SMP Negeri 1 Tanete, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, menyanyikan lagu rohani Kristen viral di media sosial.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik lantaran beberapa siswi dalam video terlihat mengenakan jilbab.

Video itu ramai diperbincangkan pada Kamis (1/10/2026) dan menuai beragam komentar dari warganet.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu turun langsung ke SMPN 1 Tanete untuk meminta klarifikasi dan memastikan kronologi kejadian.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung secara spontan di kediaman orang tua salah seorang siswa yang meninggal dunia.

Menurutnya, para siswa hadir sebagai bentuk empati kepada keluarga yang sedang berduka, bukan dalam rangka kegiatan resmi sekolah.

“Menurut kepala sekolah dan Pak Desa, itu spontanitas dan di masyarakat merupakan hal yang biasa. Makanya saya jelaskan, batasan toleransinya harus jelas,” kata Andi Palanggi.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa mengenai toleransi antarumat beragama. Menurutnya, menghormati keyakinan orang lain perlu disertai pemahaman mengenai batasan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan yang berbeda.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan memberikan sanksi tertulis sebagai bentuk pembinaan. Para guru juga diminta menjelaskan makna toleransi dan pentingnya menghargai perbedaan agama kepada siswa agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan berikan sanksi tertulis agar tidak berulang. Kami juga sampaikan agar guru-guru wajib memberikan pemahaman kepada siswa terkait bentuk toleransi perbedaan agama, agar tidak salah dalam pemaknaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala SMPN 1 Tanete, Mardi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan program sekolah. Ia menyebut tidak ada instruksi maupun paksaan dari pihak sekolah kepada para siswi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini spontanitas dilakukan oleh siswa dan tidak ada paksaan maupun arahan dari sekolah. Ini terjadi di kediaman orang tua siswa yang meninggal dunia,” terang Mardi.

Mardi mengaku telah mengingatkan para guru agar memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghormati perbedaan agama tanpa memaksakan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan tertentu.

“Kami memang tidak menyuruh, apalagi memaksa siswi-siswi tersebut,” jelasnya.

Pihak sekolah kembali menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi untuk mengikutsertakan atau memaksa siswi beragama Islam menyanyikan lagu yang disebut sebagai lagu rohani Kristen tersebut.

Meski demikian, Mardi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kejadian itu menimbulkan kegaduhan, baik di lingkungan masyarakat maupun di media sosial.

Hingga klarifikasi disampaikan, pihak Dinas Pendidikan dan sekolah menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar program resmi sekolah.

Kedua pihak juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa mengenai toleransi antarumat beragama agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!