Siapa Kelompok Bermasker yang Bersiaga Saat Bentrok Pecah di Kantor PDAM Palopo
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kericuhan aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Palopo di kantor Perumda Tirta Mangkaluku (PAM-TM), Selasa (3/11/2026), menyisakan sejumlah pertanyaan serius.
Salah satunya, siapa kelompok pria bermasker yang diduga telah bersiaga di dalam kantor sebelum bentrokan pecah?
Peristiwa ini bukan sekadar bentrokan antara demonstran dan sekelompok orang. Keberadaan sejumlah pria mengenakan jaket dominan hitam dan masker yang disebut membawa besi, linggis hingga batu justru menjadi bagian paling mengundang tanda tanya.
Kelompok tersebut menjadi sorotan setelah mahasiswa yang berupaya menemui Direktur PAM-TM justru berhadapan dengan mereka di dalam area kantor. Padahal, aksi demonstrasi yang berlangsung sejak awal disebut berjalan kondusif.
Situasi mulai memanas ketika mahasiswa mendesak Direktur PAM-TM keluar menemui massa untuk menerima aspirasi. Karena tak kunjung mendapat respons, sejumlah demonstran kemudian bergerak memasuki area kantor.
Alih-alih memperoleh ruang dialog dengan pimpinan perusahaan tersebut, mahasiswa justru berhadapan dengan sekelompok orang yang diduga telah menunggu di dalam area kantor.
Kemunculan kelompok bermasker dengan membawa sejumlah benda yang diduga digunakan untuk menyerang membuat situasi seketika tidak terkendali.
Massa mahasiswa pun berhamburan menyelamatkan diri, sementara aksi saling lempar batu tak terhindarkan.
Dari informasi yang dihimpun sedikitnya terdapat 7 orang mahasiswa yang terkena lemparan batu.
Salah seorang mahasiswa berinisial DL yang mengikuti aksi tersebut mengaku menyaksikan langsung kemunculan kelompok bermasker itu.
“Tiba-tiba muncul dengan besi ditangan dan melempar. Kami kaget dan semua berhamburan keluar menyelamatkan diri,” ungkap DL kepada Indeksmedia.
DL juga mengaku melihat seorang mahasiswi tergeletak dalam posisi duduk di depan pintu masuk kantor sebelum diduga dipukul menggunakan besi oleh salah seorang anggota kelompok tersebut.
“Saya juga lihat teman mahasiswi tergeletak dalam posisi duduk di depan pintu masuk. Tiba-tiba ada orang yang memukulnya menggunakan besi. Untung ada polisi yang berusaha melerai,” tuturnya.
Usai kejadian, DL mengaku mendampingi mahasiswi tersebut ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Sebelum akhirnya melaporkan insiden tersebut ke Polres Palopo.

Senada dengan itu, Ketua LMND Palopo, Egar, membenarkan bahwa perempuan yang menjadi korban pemukulan saat kericuhan tengah berlangsung benar kadernya.
“Iya benar, sudah kami laporkan. Malam ini sedang pengambilan keterangan korban,” terangnya saat dihubungi, Rabu (4/12/2026).
Di balik kericuhan tersebut, keberadaan kelompok bermasker di dalam kantor PAM-TM memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sistem pengamanan dan tanggung jawab manajemen perusahaan daerah itu.
Siapa sebenarnya orang-orang tersebut? Apa kepentingan mereka berada di dalam kantor? Apakah mereka merupakan petugas keamanan resmi atau justru kelompok dari luar yang diberi akses masuk? Jika bukan petugas keamanan, atas dasar apa mereka bisa berada di lingkungan kantor dengan membawa berbagai benda yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan?
Pertanyaan tersebut penting dijawab, terlebih lokasi kejadian merupakan kantor perusahaan daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, peristiwa ini tidak semestinya hanya disederhanakan sebagai bentrokan antarkelompok.
Ada dugaan tindakan kekerasan yang perlu diusut, termasuk asal-usul kelompok bermasker, identitas orang-orang yang terlibat, serta bagaimana mereka bisa berada di dalam area kantor ketika demonstrasi berlangsung.
Kepolisian perlu mengungkap secara terang benderang identitas kelompok tersebut dan menelusuri dugaan keterlibatan mereka dalam kekerasan terhadap mahasiswa.
Pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi, serta pihak-pihak yang berada di lokasi dapat menjadi bagian penting untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Di sisi lain, manajemen PAM-TM juga tidak bisa mengabaikan persoalan ini. Publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai siapa yang berada di dalam kantor, Sebab, persoalan yang kini mencuat bukan hanya kericuhan demonstrasi, melainkan juga dugaan adanya kelompok tak dikenal yang berada di lingkungan kantor
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut dan meminta klarifikasi dari manajemen PAM-TM terkait keberadaan kelompok bermasker tersebut.




Tinggalkan Balasan