MDA Gandeng Unanda Bekali Personel Keamanan dengan Prinsip HAM

Wan

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – PT Masmindo Dwi Area (MDA) berkolaborasi dengan Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda) menggelar pelatihan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi jajaran personel keamanan.

Pelatihan yang dimulai Minggu (9/8/2026) dan dilaksanakan dalam tiga angkatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman personel keamanan agar mampu menjalankan tugas secara profesional, proporsional, serta tetap menghormati hak dan martabat setiap orang.

Kegiatan menghadirkan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Saurlin P. Siagian, dan Wakil Rektor IV Unanda, Dr. Abdul Rahman Nur, sebagai pemateri.

Materi yang diberikan meliputi penerapan prinsip HAM dalam fungsi pengamanan, penanganan potensi konflik, serta perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Dari jajaran MDA, Komisaris Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono dan Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, turut mengikuti kegiatan secara daring sekaligus memberikan sambutan kepada peserta.

Trisakti mengatakan, personel keamanan memiliki peran penting karena menjadi salah satu bagian perusahaan yang berinteraksi langsung dengan karyawan maupun masyarakat.

Karena itu, menurutnya, fungsi pengamanan harus berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi dan bertindak secara tepat di lapangan.

“Cara kita berkomunikasi, mengambil tindakan, menyelesaikan suatu situasi, dan memperlakukan setiap orang harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap HAM, profesionalisme, dan proporsionalitas. Prinsip ini harus tercermin dalam pekerjaan sehari-hari dan sejalan dengan nilai-nilai MATAPPA,” ujar Trisakti.

Sementara itu, Saurlin P. Siagian menekankan bahwa pemahaman HAM memiliki kaitan langsung dengan aktivitas operasional, termasuk dalam pelaksanaan fungsi pengamanan.

Menurutnya, setiap keputusan dan tindakan di lapangan perlu mempertimbangkan hak setiap pihak agar fungsi pengamanan tetap berjalan efektif, terukur, dan bertanggung jawab.

Dr. Abdul Rahman Nur menambahkan, perspektif HAM perlu ditempatkan sejak awal dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan potensi persoalan di lapangan.

“HAM tidak boleh hanya dibicarakan setelah konflik terjadi. Prinsip HAM harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan operasional perusahaan sejak awal,” tegas Abdul Rahman.

Bagi MDA, penguatan kapasitas personel keamanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas perusahaan pada fase konstruksi. Kondisi tersebut turut meningkatkan intensitas interaksi antara pekerja, kontraktor, masyarakat, dan berbagai pihak di sekitar wilayah operasional.

Dengan latar belakang masyarakat yang memiliki nilai, budaya, dan kearifan lokal yang beragam, personel keamanan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap HAM dan kearifan lokal.

Melalui kolaborasi dengan Unanda serta keterlibatan praktisi dan akademisi, MDA mendorong agar peningkatan aktivitas perusahaan diikuti penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menjalankan fungsi pengamanan yang profesional, humanis, dan bertanggung jawab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!