KKN-T Unhas Gelombang 116 Praktekkan Pembuatan Briket Bioarang Berbasis Limbah Sekam Padi di Wasuponda Lutim
LUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan briket bioarang dari limbah sekam padi di Desa Wasuponda, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/07/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi serta ramah lingkungan.
Program kerja ini merupakan salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 15, yaitu Ekosistem Daratan, melalui pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket bioarang sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Melalui pelatihan dan praktik langsung, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan briket bioarang agar dapat diterapkan secara mandiri serta berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Penanggung jawab program kerja, Hasriyanti, yang juga mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi sederhana dalam pengolahan limbah pertanian, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
“Sekam padi merupakan limbah pertanian yang jumlahnya cukup melimpah di Desa Wasuponda. Melalui program ini, saya ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi briket bioarang yang lebih ramah lingkungan, memiliki nilai guna sebagai bahan bakar alternatif, dan bahkan berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program kerja ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat Desa Wasuponda.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi proses pembuatan briket bioarang, hingga sesi diskusi bersama.
Antusiasme masyarakat menunjukkan adanya ketertarikan untuk memanfaatkan limbah sekam padi sebagai produk yang lebih bernilai dan ramah lingkungan.
Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program sehingga inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bapak Yk Talebong, selaku Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wasuponda, mengapresiasi pelaksanaan program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin.
“Briket bioarang ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Wasuponda sebagai alternatif pengganti arang kayu yang selama ini digunakan untuk membakar ikan dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
“Menurut saya, apabila inovasi ini dapat diproduksi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, briket bioarang tidak hanya menjadi solusi energi yang ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” tuturnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap inovasi pembuatan briket bioarang berbasis limbah sekam padi dapat menjadi solusi dalam pemanfaatan limbah pertanian sekaligus menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Wasuponda.
Selain mendukung pelestarian lingkungan, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha berbasis potensi lokal serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 15, yaitu Ekosistem Daratan.




Tinggalkan Balasan