Peserta Gerak Jalan SMPN 10 Palopo Diduga Dihina di Medsos, Keluarga Siap Melapor

Wan

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Keluarga salah satu peserta gerak jalan SMPN 10 Palopo yang meraih juara 1 berencana melaporkan komentar di media sosial yang dinilai menghina peserta.

Komentar tersebut diduga dilontarkan karena pemilik akun kecewa setelah salah satu sekolah didiskualifikasi dalam perlombaan gerak jalan HUT ke-81 RI.

Komentar tersebut ditulis akun Facebook Ris Putri Wawa Anriyo dalam percakapan dengan akun Wiwi Syamsul. Dalam komentarnya, Ris menuliskan kalimat yang memuat istilah “fefe” dan mengaitkannya dengan tontonan.

Salah seorang keluarga peserta, Dhian, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang kecewa terhadap hasil perlombaan. Namun, ia menyayangkan kekecewaan tersebut dilampiaskan dengan komentar yang dinilai merendahkan peserta lain.

“Kami memahami kalau ada yang kecewa dengan hasil lomba. Tapi jangan kemudian peserta lain dihina dengan kata-kata yang tidak pantas,” kata Dhian kepada wartawan, Senin (17/8/2026).

Dhian menilai komentar tersebut tidak seharusnya diarahkan kepada peserta yang telah mengikuti perlombaan dan berjuang meraih prestasi. Apalagi, para peserta disebut tidak memiliki kaitan dengan persoalan yang menyebabkan sekolah lain didiskualifikasi.

“Anak-anak ini hanya mengikuti lomba. Mereka latihan, tampil, dan akhirnya mendapatkan juara. Kalau ada persoalan terkait diskualifikasi, jangan peserta lain yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Ia mengatakan pihak keluarga saat ini telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait komentar tersebut. Bukti itu berupa tangkapan layar komentar, identitas akun, serta konteks unggahan yang menjadi tempat komentar ditulis.

“Kami akan dampingi keponakan saya untuk melaporkan ini ke polisi. Bukti-buktinya kami siapkan. Kami ingin persoalan ini diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan media sosial seharusnya tetap memperhatikan etika, terlebih komentar tersebut berkaitan dengan peserta didik yang mengikuti kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami tidak ingin masalah ini menjadi konflik antarsekolah. Tapi kami juga harus membela anak yang merasa direndahkan. Kritik boleh, tetapi jangan menghina,” katanya.

Dhian berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan kekecewaan di media sosial.

“Kalau tidak puas dengan keputusan lomba, sampaikan melalui jalur yang tepat. Jangan menyerang atau merendahkan peserta lain,” pungkasnya. (Arzad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!