Parkiran RS St Madyang Disorot, Demi Keselamatan Lalulintas MAPELUP Desak Pembenahan
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Perparkiran RS St. Madyang jadi sorotan publik.
Hal tersebut dinilai rawan terjadi kecelakaan lalulintas akibat dari area parkir yang sempit dan menggunakan separuh badan jalan.
Terkait dengan itu, Direktur LSM Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup MAPELUP, Andreas Tandi Lodi, angkat bicara.
Dia (Andreas Tandi Lodi) meminta kepada penanggungjawab rumah sakit untuk segera melakukan pembenahan demi keselamatan lalulintas.
“Kondisi perparkiran di RS St. Madyang kembali menjadi perhatian masyarakat. Parkir
kendaraan, khususnya roda dua, yang berada di bagian depan rumah sakit dinilai telah memanfaatkan bahu jalan sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan
kemacetan, terutama pada jam-jam pelayanan,” kata Andreas Tandi Lodi, kepada Indeksmedia, Kamis (30/07/2016).
Selain itu, lanjut dia proses penurunan (drop-off) pasien yang akan berobat juga kerap dilakukan di tepi
jalan.
Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena dapat membahayakan keselamatan pasien
maupun pengguna jalan lainnya.
“Dalam prinsip pelayanan publik dan perencanaan fasilitas kesehatan, rumah sakit diharapkan
menyediakan area drop-off yang aman bagi pasien sehingga kendaraan dapat menurunkan maupun menjemput pasien tanpa mengganggu lalu lintas di jalan umum,” tutur Andreas Tandi Lodi.
Pria yang tak pernah lepas dari kaca mata itu menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
Menurutnya, pengelolaan parkir perlu
segera dibenahi agar tidak terus menimbulkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan di
depan rumah sakit.
Ia juga berharap Dinas Perhubungan Kota Palopo bersama Satuan Lalu Lintas Polres Palopo dapat melakukan evaluasi terhadap sistem perparkiran di RS St. Madyang serta memberikan
pembinaan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan apabila
ditemukan pelanggaran.
“Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat. Oleh
karena itu, sistem parkir dan jalur drop-off pasien harus ditata dengan baik agar pelayanan
kesehatan berjalan lancar tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Masyarakat berharap RS St. Madyang segera menunjukkan komitmennya untuk membenahi tata
kelola parkir, antara lain dengan:
• Menyediakan area drop-off khusus pasien di dalam kawasan rumah sakit.
• Menertibkan parkir kendaraan agar tidak menggunakan bahu jalan.
• Menambah kapasitas atau melakukan penataan ulang lahan parkir.
• Berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian dalam pengaturan lalu lintas di sekitar
rumah sakit.
Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan pelayanan kepada pasien dapat berlangsung lebih
aman, nyaman, dan tertib, sekaligus mengurangi kemacetan di ruas jalan depan RS St. Madyang.




Tinggalkan Balasan