Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo Disorot, Konflik Dipicu Pemukulan Anak
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kasus pengeroyokan terhadap seorang imam masjid bernama Ahmad di Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, terus menuai sorotan. Hingga kini, para pelaku belum juga diamankan oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4) lalu, sesaat setelah Ahmad menunaikan salat Ashar di masjid setempat. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat seseorang mendekati korban sebelum insiden pengeroyokan terjadi.
Anak korban, Harun, mengungkapkan bahwa sebelum pengeroyokan, seorang ibu datang melabrak Ahmad sambil menunjuk-nunjuk. Tak lama kemudian, seorang pria menyerang korban dari arah belakang.
“Ada yang tiba-tiba memukul dari belakang. Ayah sempat menghindar, tapi jatuh karena tersandung tumpukan pasir di area masjid. Di situ mulai dikeroyok,” ujar Harun saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, saat kejadian terdapat sekitar lima orang di lokasi. Namun, Ahmad hanya mengingat tiga pria yang secara langsung melakukan pemukulan menggunakan benda tumpul seperti balok dan batu bata.
“Ada sekitar lima orang, tapi yang diingat ayah hanya tiga laki-laki yang memukul, menggunakan balok dan batu bata,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka robek di bagian wajah dan kepala, serta sesak di bagian dada.
Tidak hanya itu, sehari setelah insiden pengeroyokan, situasi di sekitar masjid kembali mencekam. Pada Kamis (30/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA, terjadi pelemparan batu oleh dua orang tak dikenal.
Kemudian, sekitar pukul 23.00 WITA, sekelompok orang kembali mendatangi area sekitar masjid sambil berteriak mencari rumah korban.
“Sekitar jam 11 malam ada sekelompok orang datang, mondar-mandir sambil teriak cari rumah kami kata warga. Warga setempat juga jadi resah,” tambah Harun.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku, guna mencegah konflik yang lebih luas serta menghindari teror lanjutan di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami berharap pelaku segera diamankan. Kalau tidak, dikhawatirkan konflik bisa meluas dan warga terus merasa terganggu,” tuturnya.
Latar Belakang Insiden Pengeroyokan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini diduga dipicu oleh persoalan seorang anak yang diduga dipukul dibagian kepala oleh Imam Mesjid. Seorang ibu yang melabrak Ahmad disebut tidak terima karena anaknya, berinisial B (4), diduga dipukul oleh korban.
Dalam sebuah komentar di media sosial FB berinisial HA yang merupakan keluarga anak tersebut, menyebut Ahmad memukul anak mereka hingga mengalami benjol di kepala.
“Ini imam yang pukul anak umur 4 tahun sampai benjol kepalanya karena bermain di masjid. Sudah banyak anak yang dipukul, tapi baru kali ini dilaporkan sama orang tuanya,” tulis akun yang mengaku keluarga korban.
Sementara itu, sejumlah warga sekitar menyebut anak tersebut memang kerap bermain di area masjid dan beberapa kali melakukan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas.
“Anak itu bersama temannya memang sering main di dalam mesjid, pernah juga mengenai kaca masjid dan naik ke mimbar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Harun juga memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat itu waktu salat Ashar baru masuk dan sistem pengeras suara masjid dalam kondisi aktif.
Menurutnya, anak tersebut diduga bermain-main dengan mikrofon hingga terdengar seperti suara azan, sehingga membuat Ahmad marah dan menegur.
“Anak itu main-main mic sambil azan. Mendengar itu Ayah saya marah dan menegur dengan cara mengkandatto kepala anak itu. Ayah saya seorang guru, jadi tahu batas dalam memberi teguran,” jelas Harun.
Setelah kejadian tersebut, anak itu pun melapor kepada orang tuanya. Tak terima, sang ibu kemudian datang bersama sejumlah pria dan menunggu Ahmad hingga selesai salat, yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan. (*)




Tinggalkan Balasan