Hardiknas, GAM Minta Program MBG Ditiadakan

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Mahasiswa yang tergabung dalam Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Lampu merah Walikota Palopo. Sabtu (2/5/2026).

Dalam aksi tersebut, massa aksi terlihat berorasi secara bergantian dan membakar ban bekas sekaligus membentangkan spanduk putih bertuliskan “MBG BUKAN SOLUSI UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”.

Para demonstran melakukan aksi unjuk rasa sebagai simbol memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan secara tegas menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hentikan.

“Kehadiran program MBG merupakan adalah program pemerintah Prabowo-Gibran yang di jalankan sejak 2025 lalu, yang kemudian di dalilkan untuk investasi jangka panjang kecerdasan anak dan mendukung proses belajar mengajar. Namun kami menilai bahwa kehadiran program MBG justru membawa malapetaka bagi generasi penerus bangsa,” kata Jendral Lapangan (Jendlap) Agam.

Ratusan siswa dan guru di berbagai daerah, termasuk di sulawesi selatan, mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG antara Januari hingga April 2026.

Gejala seperti mual, pusing, diare, dan gatal-gatal umumnya muncul setelah mengonsumsi menu seperti sop galantin, spageti, dan bola daging. Hal ini cukup membuktikan bahwa program MBG justru malah mengganggu kesehatan anak khususnya siswa itu sendiri. Ujar Agam

Sementara itu, Ahmad Hanifulla selaku Panglima wilayah GAM Luwu Raya juga menegaskan Program MBG justru melemahkan sistem Pendidikan di Indonesia, Guru seringkali ditunjuk sebagai penanggung jawab MBG, yang meningkatkan beban administratif dan operasional, sehingga berpotensi mengurangi waktu efektif mengajar.

“Dari awal pemerintah mengusulkan dan melaksanakan kebijakan efisiensi anggaran dengan memangkas anggaran dari berbagai sektor, salah satunya pemangkasan anggaran pendidikan sebesar Rp.223,5 triliun,” beber Ahmad Hanifulla.

Dia menilai bahwa semua itu hanya alibi untuk pengalihan anggaran demi melancarkan pelaksanaan program MBG, tentunya hal ini sangat mempeihatinkan terkait alokasi dana yang masif untuk MBG di tengah kebutuhan perbaikan sarana sekolah dan kesejahteraan guru yang masih rendah. Tutup panglima GAM Luwu Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!