Di Tengah Target Ambisius, Warga Palopo Ungkap Buruknya Layanan Perumda TM
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Warga Palopo melayangkan kritik terhadap layanan PDAM di tengah sorotan target penambahan 7.000 pelanggan dalam seleksi direksi Perumda Tirta Mangkaluku. Keluhan disampaikan salah satu warganet, Ni’mah, yang mengaku sudah bertahun-tahun mengalami distribusi air tidak lancar.
“Utamakan saja kasi layanan prima untuk pelanggan yang sudah ada tidak usah muluk-muluk. Saya sudah 8 tahun tidak bisa lancar menikmati air PDAM,” tulis Ni’mah di kolom komentar Facebook Indeksmedia, Senin (6/3/2026).
Ia menggambarkan kondisi distribusi air yang tidak stabil dengan durasi gangguan yang cukup panjang dalam sehari. Menurutnya, aliran air hanya bisa dinikmati pada waktu-waktu tertentu, bahkan cenderung mengalir di jam yang tidak normal, sehingga menyulitkan aktivitas harian. Ironisnya, persoalan tersebut tetap terjadi meski ia bermukim di lokasi yang relatif dekat dengan instalasi Perumda TM.
“Kalau jam 5 subuh air sudah tidak ada, nanti jam 1 malam baru mengalir lagi, padahal saya tinggal di dekat PDAM,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti ketimpangan antara pelayanan dan penagihan. Menurutnya, PDAM terkesan sigap dalam urusan pembayaran, namun belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan.
“Kalau nunggak bayar lincah sekali kasi surat cinta, memang aneh tapi nyata,” lanjutnya.
Sementara itu, warganet lainnya, Wais, menyoroti kebijakan penyegelan sambungan air yang dinilai terlalu cepat diterapkan kepada pelanggan yang menunggak. Ia menilai kebijakan tersebut belum mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang beragam.
“Kenapa juga baru terlambat 2 bulan langsung disegel. Kasian orang-orang yang ekonominya terbatas. Mohon diberi kebijakan, paling tidak membayar 1 bulan dan jangan langsung disegel,” tulisnya.
Ia pun berharap, ke depan direksi yang terpilih mampu menghadirkan kebijakan yang lebih bijak dan berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam hal pelayanan dasar seperti air bersih.
“Semoga yang terpilih nanti ada kebijakan baru yang bisa mengerti masyarakat,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan