Pengaruh Pendidikan Politik dalam Pilkada 2024

Opini191200 views

Oleh: Irsyad Alfarizi (Ketua Umum Hikmah Lutra)

Berdasarkan data KPU ada sebanyak 508 kabupaten/kota dari 37 provinsi yang akan melakukan pilkada serentak tahun ini salah satunya adalah Kabupaten Luwu Utara.

Dalam momentum perhelatan pilkada tahun ini Suhu politik sudah mulai menghangat. Ada partai-partai yang sudah membentuk koalisi, ada pula para kandidat yang baru menjalin komunikasi dan melakukan survey untuk mengetahui popularitas dan elektabilitas dirinya.

Pemilihan kepala daerah adalah salah satu momen krusial dalam dinamika politik sebuah daerah. Keberhasilan proses pemilihan ini sangat tergantung pada partisipasi masyarakat dan pemahaman mereka tentang calon-calon yang bersaing.

Perspektif pendidikan politik memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman yang kritis dan informasional tentang proses politik. Inilah mengapa pendidikan Politik menjadi semakin penting, karena tingkat pendidikan politik dapat memengaruhi proses demokrasi dan pengambilan keputusan politik.

Selain itu tingkat pemahaman tentang politik sangat memengaruhi partisipasi dalam pemilihan. Masyarakat dengan pemahaman politik yang lebih tinggi cenderung lebih aktif dalam proses politik. Mereka cenderung memahami isu-isu politik dengan lebih baik, dan ini mendorong mereka untuk memilih dan terlibat dalam diskusi politik.

Akan tetapi masyarakat dengan tingkat pendidikan politik yang rendah cenderung kurang aktif dalam proses politik, dan ini bisa mengarah pada perasaan ketidak pedulian dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Dengan pemahaman politik yang rendah dan apatis terhadap politik tentunya sangat berpengaruh dalam melihat kualitas para kandidat. Kondisi tersebut menuntut pentingnya pendidikan agar lebih cerdas dan sadar bahwa pilkada adalah sarana paling dasar untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Pendidikan politik ini berfungsi untuk memberikan isi dan arah serta pengertian kepada proses penghayatan nilai-nilai yang sedang berlangsung. Dalam filosofi pendidikan, belajar merupakan sebuah proses panjang seumur hidup artinya pendidikan politik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan agar masyarakat dapat terus meningkatkan pemahamannya terhadap dunia politik yang selalu mengalami perkembangan.

Dengan tingkat pemahaman politik akan berdampak baik dan melahirkan demokrasi yang sehat dengan mengedepankan etika politik yang sesuai dengan konstitusi, dan ini menjadi keniscayaan yang harus dilakukan pemangku kepentingan.
Dengan pemahaman politik tentunya para kandidat dituntut untuk kritis dan rasional dalam menyampaikan janji-janji politiknya, karena jika masyarakat didominasi oleh kelompok yang memiliki pemahaman tentang politik, mereka akan lebih cerdas dalam menilai calon-calon yang bersaing dalam Pilkada.

Mereka akan cenderung lebih kritis dalam mengevaluasi janji-janji kandidat dan lebih mampu membedakan antara retorika politik dan rencana tindakan konkret. Dengan pemahaman masyarakat yang kuat tentang politik, masyarakat lebih siap untuk berpartisipasi secara cerdas dalam proses pemilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *