Aktivis dan Masyarakat Ancam Demo RS Mujaisayah Palopo, DLH Temukan Ini saat Tinjau IPAL
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) RS Mujaisyah Kota Palopo, diduga telah menyalahi aturan.
Akibat penataannya yang diduga melenceng dari syarat yang ditetapkan, RS yang terletak di Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara Kota Palopo tersebut terancam didemo.
Kendati telah ditinjau oleh DLH, namun masyarakat menilai harus ada tindakan tegas mengenai penempatan IPAL yang dimaksud.
Agar aspirasi tersebut dapat tersalurkan ke publik, rencananya aliansi aktivis beserta masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa didepan RS Mujaisyah.
“Kita akan konsolidasi dulu perihal poin-poin apa saja yang perlu disuarakan saat unjuk rasa. Yang pastinya, surat ke DPRD untuk segera RDP pasti akan kita layangkan, namun yang jadi pokok utama kami saat ini bagaimana melakukan unjuk rasa sekaitan hal ini,” kata Aktivis senior Tanah Luwu, Alfin kepada Indeksmedia, menyikapi sorotan publik, Senin (07/07/2026).
Sementara itu, Aktivis perempuan sekaligus Srikandi Luwu Raya, Yertin Ratu juga angkat bicara.
Dirinya menekankan kepada DLH agar betul-betul menyikapi adanya keluhan warga terkait IPAL yang menjadi sorotan utama.
Selama ini, lanjut Yertin, belum ada tindakan tegas yang diberikan DLH terkait keluhan warga.
“Selalu ya teguran jika ada sorotan atau keluhan warga. Harusnya, ada sanksi karena persoalan yang biasanya terangkat ke publik hanya ditanggapi sesaat sumber tersebut setelah itu hilang ditelan bumi tanpa ada tindak lanjut sama sekali,” bebernya.
Terpisah Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Palopo, Usniaty yang dikonfimasi
mengatakan, IPAL di RS Mujaisyah prosesnya dari limbah cair (infeksius, kimia, dan domestik) diolah dan diproses melalui IPAL yang telah memenuhi kapasitas standar.
Air limbah yang masuk ke bak pengolahan IPAL disebut sudah sesuai dengan arahan dalam dokumen IPAL yang dibuat oleh Konsultan Lingkungan, sebelum dibuang ke badan air permukaan.
Mengapa menimbulkan Bau
Usniaty menjelaskan, kronologi sumber masalah bau, air lindi sampah domestik yang di bagian depan sebelah kiri juga mengalir ke drainase depan RS, bercampur dengan pembuangan outlet AIR olahan dari IPAL
“Saluran pembuangan tersumbat dengan sedimen dan sampah. Kabar terakhir telah di bersihkan. Jadi yang menyebabkan bau air lindi bercampur dengan pembuangan outlet air olahan dari IPAL,” jelasnya.
Terkait dengan sorotan tersebut, Usniaty berjanji akan melakukan pemantauan secara berkala.
“Tadi, kita sudah tegur karena kelalaian RS adalah mereka hanya gunakan 1 kesling, harusnya 2 tadi kita sudah tegur dan kami juga minta segera dilakukan pembenahan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RS Mujaisyah Muh Jamil Jalias enggan memberikan komentar perihal masalah yang kini dialami rumah sakitnya.
Saat dikonfirmasi, Jamil memilih bungkam dan tidak menggubris WhastApp.




Tinggalkan Balasan