Balap Liar Marak Saat Ramadan di Palopo, Warga Minta Polisi Perketat Patroli

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Fenomena balap liar marak terjadi di Kota Palopo, Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama bulan suci Ramadan. Aksi tersebut kerap berlangsung menjelang sahur dan dinilai mengganggu ketertiban serta kenyamanan warga sekitar.

Salah satu titik yang menjadi lokasi balapan yakni di Jalan Durian, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara. Pantauan wartawan Indeksmedia pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 01.50 Wita, puluhan anak muda tampak memadati ruas jalan. Mereka bergantian memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sementara yang lain berdiri di sisi jalan menyaksikan jalannya balapan.

Suara knalpot bising memecah suasana malam yang seharusnya tenang. Sejumlah pengendara yang melintas terlihat memperlambat laju kendaraannya karena khawatir terserempet motor yang melaju tanpa memedulikan keselamatan.

Salah seorang warga setempat, Imam (43), mengaku keresahan masyarakat sudah berlangsung beberapa malam terakhir. Ia menyebut aktivitas tersebut bukan hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga menimbulkan rasa takut bagi pengguna jalan.

“Sudah beberapa malam begini. Kami yang mau istirahat jadi terganggu karena suara knalpotnya keras sekali, apalagi ini bulan puasa,” ujar Imam kepada wartawan, Sabtu (28/2).

Menurut Imam, aksi balap liar itu kerap membuat jalan utama di kawasan tersebut nyaris tak bisa dilalui dengan normal. Para pelaku disebut menggunakan hampir seluruh badan jalan untuk adu kecepatan.

“Mereka pakai kecepatan tinggi dan kadang menutup badan jalan. Pengendara lain jadi was-was lewat karena takut tertabrak,” katanya.

Ia juga menyoroti peran aparat kepolisian yang dinilai perlu meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan selepas tengah malam hingga menjelang sahur. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan akan sangat berpengaruh dalam mencegah aksi serupa terulang.

“Kalau ada patroli rutin, pasti mereka tidak berani. Kami berharap polisi lebih sering keliling di jam-jam seperti ini supaya ada efek jera,” tuturnya.

Lebih lanjut, Imam berharap aparat penegak hukum tidak hanya membubarkan, tetapi juga memberikan tindakan tegas kepada pelaku balap liar agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Jangan cuma dibubarkan, tapi perlu ada penindakan supaya mereka kapok. Jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan baru ditertibkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Palopo AKP Frans Niovaldo menegaskan pihaknya telah melakukan langkah pengamanan selama Ramadan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan balap liar di wilayah Kota Palopo.

“Selama bulan suci Ramadan, kami melaksanakan pengamanan dengan mencegah balap liar. Lokasi pencegahan antara lain di sekitar Masjid Jami Tua, Terminal, dan Pasar Sentral,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa di lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya anak muda.

“Sementara pada sore hari menjelang berbuka puasa, kami juga melakukan pencegahan di sekitar Pelabuhan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!