Benteng Terancam Didiskualifikasi, Salobulo Protes Laga Semifinal Palopo Cup

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Laga semifinal Turnamen Sepak Bola Palopo Cup 2026 yang mempertemukan Kelurahan Salobulo FC berhadapan Kelurahan Benteng, dimenangkan, Kelurahan Benteng lewat drama adu pinalti (3-5), di lapangan Gaspa, Kamis (27/08/2026).

Pertandingan tersebut sempat terhenti 10 menit, dimana manajer Kelurahan Salobulo, melayangkan protes kepada penyelenggara.

Setelah diberikan pengarahan, akhirnya official Kelurahan Salobulo, tetap melanjutkan pertandingan.

Usai adu pinalti, Manajer Kelurahan Salobulo, melayangkan surat protes kepada penyelenggara.

Jika protes tersebut dikabulkan panitia, maka Kelurahan Benteng Terancam didiskualifikasi dari turnamen tersebut.

Kapten Tim Salobulo, Pian, usai laga dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan surat protes langsung kepada Ketua Panitia Pelaksana.

Dirinya berharap panitia mengambil keputusan tegas sesuai regulasi yang telah disepakati pada rapat teknis.

“Kami sudah serahkan langsung suratnya ke Ketua Panitia Pelaksana. Kami berharap sesuai regulasi saat meeting, panitia tegas mengambil keputusan sesuai poin-poin yang kami layangkan,” kata Pian, sore tadi.

Dalam surat protes yang dilayangkan, Salobulo FC menilai pemain yang memperkuat Benteng tidak mengikuti regulasi peraturan panitia.

Adapun alasan protes yang tertulis merujuk pada Pasal 10 tentang Jenis Pelanggaran dan Hukum, yakni. Pertama, tidak memainkan pemain usia 16-20 tahun (kelahiran 2006-2010), padahal diwajibkan minimal 2 pemain muda berada di lapangan.

Kedua, penggantian pemain dianggap tidak sah karena diduga menggantikan pemain muda dengan pemain yang lebih tua.

Ketiga, tidak membawa daftar hadir beserta KTP pemain sebelum pertandingan dimulai.

“Kami sanggup secara tertulis agar menjadi landasan bagi juri dan pengawas pertandingan untuk mengutamakan keadilan serta mengambil keputusan berdasarkan aturan yang berlaku. Jika terbukti melanggar, maka hasil keputusan harus didiskualifikasi agar ke depannya tidak ada lagi tim yang melanggar regulasi,” tegas pihak Salobulo dalam surat protesnya.

Hingga berita diterbitkan, pihak panitia pelaksana belum memberikan tanggapan terkait surat protes tersebut. (Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!