Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan dengan Doa dan Ibadah
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Umat Islam kini mulai memasuki fase paling istimewa dalam bulan Ramadan, yakni 10 malam terakhir. Pada periode ini, umat dianjurkan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya ada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa,” ujar Ustadz Ahmad Syamsuri, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga memberikan teladan kepada umatnya dengan meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Nabi bahkan disebut lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan malam-malam sebelumnya.
“Rasulullah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan meningkatkan ibadahnya, bahkan membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam dengan ibadah,” katanya.
Ahmad Syamsuri juga menuturkan bahwa ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika umat Islam berharap dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar. Doa tersebut merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.
“Doa yang dianjurkan adalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Artinya, Ya Allah Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku,” jelasnya.
Selain doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon kebaikan dunia dan akhirat serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Ia juga menyarankan agar umat Islam memperbanyak istighfar dan doa memohon ampunan selama malam-malam terakhir Ramadan.
“Umat juga bisa memperbanyak doa seperti Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar, memohon kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka,” terangnya.
“Perbanyak juga membaca istighfar seperti Astaghfirullahal ‘azhim sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan,” sambungnya.
Selain memperbanyak doa, ia juga mengajak umat Islam untuk menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah. Mulai dari salat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, hingga meningkatkan sedekah.
“Momentum sepuluh malam terakhir ini seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Syamsuri menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memang tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Namun para ulama menyebut malam tersebut kemungkinan besar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Malam Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya fokus pada satu malam saja,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan beberapa tanda yang sering dijelaskan para ulama terkait malam Lailatul Qadar, seperti suasana malam yang terasa lebih tenang, udara yang tidak terlalu panas maupun dingin, serta matahari yang terbit pada pagi harinya tampak redup.
“Yang terpenting adalah memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan selama Ramadan berlangsung,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan