Bandara Malili Tunggu Izin Gubernur

LUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Rencana pembangunan Bandara Malili di Kabupaten Luwu Timur kembali memasuki fase krusial. Pemerintah daerah kini berpacu menuntaskan dokumen Rencana Induk Bandara (RIB), yang menjadi pintu masuk sebelum proyek tersebut melangkah ke tahap perizinan dan eksekusi lebih lanjut.

Fokus pada penyelesaian dokumen ini bukan tanpa alasan. RIB menjadi landasan utama yang menentukan arah pengembangan bandara, mulai dari aspek teknis, tata ruang, hingga kelayakan operasional di masa depan. Tanpa dokumen tersebut, proses pembangunan tidak dapat bergerak ke tahap berikutnya.

Sejumlah pembahasan teknis terus dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi sesuai regulasi sektor penerbangan. Pemerintah daerah berupaya agar seluruh tahapan berjalan tanpa hambatan, mengingat proyek ini telah lama masuk dalam rencana strategis pembangunan wilayah.

Bandara Malili direncanakan dibangun di wilayah Desa Maliwowo dan Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan aspek konektivitas serta potensi pengembangan kawasan di sekitarnya. Total kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 58 hektare, dengan proses pembebasan lahan yang akan dilakukan secara bertahap.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyebut saat ini proyek tersebut tinggal menunggu satu tahapan penting sebelum bergerak lebih jauh.

“Untuk pembangunan bandara, tinggal menunggu izin dari Gubernur,” ujarnya saat bertemu sejumlah pimpinan media lokal dalam agenda coffee morning di Ruang Rapat Bupati, Jumat (15/05/2026).

Keberadaan bandara ini dinilai akan menjadi titik balik bagi mobilitas masyarakat Luwu Timur. Selama ini, akses transportasi udara masih bergantung pada daerah lain, yang berdampak pada waktu tempuh dan biaya perjalanan.

Lebih dari itu, pemerintah melihat bandara sebagai infrastruktur kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Akses yang lebih cepat diyakini dapat membuka peluang investasi baru, mempercepat distribusi barang, serta mendukung sektor-sektor produktif di daerah.

Rencana pembangunan Bandara Malili sendiri bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menyusun berbagai dokumen pendukung sebagai bagian dari tahapan perencanaan. Kini, harapannya proses finalisasi dapat segera rampung agar proyek tidak kembali tertunda.

Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi dan izin resmi dikantongi, pembangunan akan berlanjut ke tahap perencanaan teknis detail hingga konstruksi fisik. Pemerintah daerah berharap, kehadiran bandara ini nantinya benar-benar menjadi pengungkit konektivitas sekaligus mempercepat laju pembangunan di Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!