SMK Pelayaran Palopo Saring Ketat Calon Taruna, 345 Siswa Baru Ikuti Madatukar
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – SMK Pelayaran Samudera Nusantara Utama Palopo resmi menerima peserta didik baru Tahun Ajaran 2026.
Dari total 438 calon taruna dan taruni yang mendaftar melalui jalur daring maupun luring, sebanyak 345 peserta dinyatakan lulus seleksi dan diterima sebagai siswa baru, sementara 93 peserta lainnya tidak memenuhi persyaratan.
Kepala SMK Pelayaran Samudera Nusantara Utama Palopo, Muh. Yusri, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kamaluddin, menyampaikan hal tersebut pada Rabu (3/6/2026).
Yusri menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada standar pendidikan pelayaran yang berlaku. Sebagian besar peserta yang tidak lolos dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan, seperti memiliki kondisi fisik di bawah standar maupun mengalami buta warna.
Selain itu, sejumlah peserta juga gagal memenuhi standar pada tes kebugaran atau kesamaptaan. Bahkan, terdapat peserta yang saat mengikuti wawancara mengaku tidak siap menjalani pendidikan pelayaran. Faktor usia yang tidak sesuai dengan ketentuan juga menjadi salah satu penyebab peserta tidak dapat diterima.
“Sebanyak 345 peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan dibagi ke dalam 10 rombongan belajar yang tersebar pada dua program keahlian unggulan, yakni Nautika dan Teknika,” ujar Yusri.
Dari total siswa baru yang diterima, sebanyak 327 orang merupakan taruna (laki-laki) dan 18 orang taruni (perempuan).
Saat ini, seluruh siswa baru tengah mengikuti kegiatan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar), yaitu program pengenalan lingkungan sekolah yang menjadi bagian dari ketentuan Kementerian Perhubungan. Program tersebut memiliki fungsi serupa dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), namun lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, mental, dan kedisiplinan peserta didik.
“Kami tidak lagi menerapkan perlakuan fisik yang keras. Namun, pembinaan kedisiplinan, karakter, dan dasar-dasar kepemimpinan tetap diberikan. Tujuannya adalah membantu peserta didik beradaptasi dari jenjang SMP ke SMK, sekaligus membangun mental yang tangguh dan kesehatan mental yang baik sesuai karakteristik pendidikan pelayaran,” jelasnya.
Untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah juga melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Wara Utara, Kecamatan Bara, Kota Palopo.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan gangguan kesehatan maupun kondisi darurat lainnya selama pelaksanaan rangkaian kegiatan pembentukan karakter bagi para taruna dan taruni baru. (*)




Tinggalkan Balasan