Data Tak Lagi Jadi Pelengkap, Lutim Benahi Tata Kelola Statistik

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membenahi kualitas data mulai terlihat. Bukan lagi sekadar pelengkap administrasi, data kini didorong menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan pembangunan.

Hal itu tercermin dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi statistik sektoral yang digelar di Media Center Diskominfo-SP Luwu Timur, Rabu (13/5/2026). Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan melalui peran agen statistik masing-masing.

Fokus kegiatan ini bukan hanya peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengelolaan data merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas instansi statistik.

Sekretaris Diskominfo-SP Luwu Timur, Nasir, menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dalam menghasilkan data yang benar-benar bisa dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Data yang akurat tidak bisa berdiri sendiri. Semua perangkat daerah harus terlibat agar informasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya soal mengumpulkan angka, tetapi bagaimana data tersebut terhubung dengan aspek kewilayahan dan kebutuhan riil pembangunan daerah.

Dalam kegiatan ini, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana pengelolaan data sudah berjalan optimal. Indeks ini menjadi indikator kematangan tata kelola statistik di daerah.

Sementara itu, Kepala BPS Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengingatkan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh proses pengelolaan yang sesuai standar. Validasi dan konsistensi menjadi kunci agar data tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dipercaya.

“Data harus memiliki standar yang jelas agar bisa digunakan secara luas dan dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis agen statistik di masing-masing OPD. Mereka tidak hanya bertugas mengumpulkan data, tetapi juga memastikan keakuratan hingga menyampaikan informasi kepada publik.

Melalui pembinaan ini, Pemkab Luwu Timur ingin memastikan bahwa pengelolaan data tidak lagi berjalan parsial. Integrasi antarinstansi menjadi kunci agar data yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara tepat sasaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!