Makole Baebunta, Jejak Kerajaan Adat Luwu yang Terus Berlanjut hinggaGenerasi ke-36
LUWU UTARA, INDEKSMEDIA.ID – Kemakolean Baebunta merupakan salah satu kerajaan adat yang memiliki peran penting dalam struktur Kedatuan Luwu. Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah panjang tanah Luwu, tetapi juga terus hidup melalui tradisi, nilai budaya, dan sistem adat yang masih dijaga hingga saat ini.
Secara historis, Makole Baebunta berakar pada periode Balailo Nurung yang berkaitan erat dengan kisah epik I La Galigo. Dalam periode ini, diceritakan turunnya pemuka adat di Gunung Buntu Tionoe yang menjadi titik awal terbentuknya tatanan adat di wilayah tersebut. Selain itu, terdapat pula fase turunnya Busa Empo(ng) dan Lasaiyyong yang memperkuat fondasi berdirinya kerajaan.
Dalam struktur adat, Makole Baebunta memiliki posisi strategis sebagai bagian dari sistem pemerintahan tradisional Kedatuan Luwu. Kerajaan ini berperan dalam menjaga nilai-nilai adat, khususnya di wilayah Luwu Utara, serta menjadi simbol kesinambungan budaya masyarakat setempat.
Eksistensi kerajaan ini kembali ditegaskan melalui pelantikan Makole Baebunta ke-36 yang berlangsung pada Januari 2026. Jabatan tersebut kini diemban oleh Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, yang merupakan putri dari Andi Pallawa, Makole Baebunta ke-32. Pelantikan ini menjadi penanda berlanjutnya garis kepemimpinan adat dari generasi ke generasi.
Prosesi pelantikan Makole Baebunta tidak terlepas dari nilai spiritual dan kearifan lokal. Salah satu tradisi yang dilakukan adalah ziarah ke makam leluhur serta tokoh penyebar Islam, seperti Dato’ Sulaiman. Hal ini mencerminkan kuatnya hubungan antara adat dan syariat Islam yang telah lama terjalin dalam kehidupan masyarakat Luwu.
Selain struktur kepemimpinan, Kemakolean Baebunta juga dikenal memiliki kekayaan budaya yang terus dilestarikan. Salah satunya adalah tari tradisional Jaga Bone Balla yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal dan sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat.
Sejumlah literatur turut memperkuat dokumentasi sejarah kerajaan ini, salah satunya melalui buku berjudul Kemakolean Baebunta: Periode Balailo Nurung–I La Galigo yang mengulas secara mendalam asal-usul, perkembangan, serta struktur pemerintahan adat Kemakolean Baebunta.




Tinggalkan Balasan