IDI Palopo Bantah Malpraktik di RS At-Medika, Sebut Efek Samping Tak Bisa Diprediksi
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palopo, Dr Syukur Kuddus, akhirnya memberikan klarifikasi langsung di hadapan DPRD dan massa IPMAL terkait dugaan malpraktik di RS At-Medika. Ia menjelaskan bahwa kondisi yang dialami pasien merupakan kejadian medis langka dan tidak berkaitan dengan kelalaian dokter.
“Efek samping ini tidak bisa diduga oleh dokter manapun di dunia. Ini reaksi imunologi yang memberi efek seperti luka bakar dan bisa memengaruhi seluruh tubuh hingga organ vital,” kata Dr Syukur dalam RDP di DPRD Palopo, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian tindakan medis telah mengikuti standar operasional. Menurutnya, penting bagi publik memahami bahwa SOP adalah pedoman utama yang wajib dipatuhi setiap fasilitas kesehatan.
“Semua tindakan yang diberikan kepada pasien sudah sesuai SOP yang berlaku,” tegasnya.
Ia menuturkan bahwa dugaan malpraktik tidak boleh diputuskan begitu saja. Ia menyebut ada mekanisme resmi yang wajib ditempuh dan melibatkan banyak pihak untuk memastikan penilaian yang objektif.
“Prosedur yang benar adalah melalui MDP, lembaga independen di bawah Kemenkes. Di sana semua pihak dibahas bersama keluarga, dokter, dan manajemen rumah sakit,” jelasnya.
Sementara itu, Jendlap IPMAL, Afdal Kurniawan, turut menyampaikan sikap mereka setelah mengikuti jalannya RDP. Ia mengatakan bahwa mahasiswa kecewa karena tidak ada keputusan yang dianggap bisa menjawab tuntutan mereka.
“Tidak ada kesimpulan dan tidak ada solusi dari DPRD. Kami akan mendalami kasus ini dan menempuh jalur hukum,” ujar Afdal.
Keluarga pasien juga memberi keterangan mengenai kondisi awal dan reaksi tubuh yang muncul setelah pemberian obat. Sebelumnya, mereka menilai perubahan kondisi pasien terlalu drastis dan menimbulkan kecurigaan terhadap penanganan medis.
“Keluhannya cuma sakit di gusi. Setelah diberi obat anti-nyeri, badannya lemas dan melepuh seperti habis terbakar. Kami keberatan atas tindakan dokter,” kata anak pasien.
RDP dipimpin Ketua DPRD Palopo Darwis, dihadiri Komisi A, Dinas Kesehatan, Direktur RS At-Medika Dr Anthon, serta Ketua Komite Medik dr Hamzakir. (Andri)




Tinggalkan Balasan