Tahanan Polres Palopo Ngabuburit dengan Belajar Al-Qur’an, Suasana Ramadan Jadi Lebih Bermakna

Gie Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Di Mapolres Palopo, Sulawesi Selatan, suasana Ramadan terasa lebih bermakna dengan kegiatan unik para tahanan: ngabuburit sambil belajar baca tulis Al-Qur’an.

Setiap sore menjelang berbuka puasa, puluhan tahanan bergantian membaca dan menulis Al-Qur’an di ruang tahanan. Lantunan ayat suci terdengar syahdu saat mereka berusaha mengenal dan memahami setiap huruf dalam bacaan Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi sarana untuk mendapatkan ketenangan hati dan petunjuk hidup.

Dalam Islam, Al-Qur’an disebut sebagai cahaya yang menerangi jalan bagi siapa saja yang membacanya dengan penuh keikhlasan.

Rasulullah Saw. juga bersabda bahwa orang yang membaca dan mempelajari Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bahkan bagi yang masih terbata-bata dalam membacanya tetap diberikan ganjaran dari Allah Swt.

Selain itu, membaca Al-Qur’an juga dapat menjadi benteng bagi seseorang agar senantiasa berada di jalan yang benar. Dalam kehidupan, manusia kerap menghadapi berbagai ujian dan cobaan yang dapat menggoyahkan hati dan pikiran.

Namun, dengan rutin membaca dan memahami makna Al-Qur’an, seseorang akan lebih mudah menemukan ketenangan serta solusi atas permasalahan yang dihadapinya.

Bagi para tahanan yang kini menjalani masa pembinaan, kegiatan membaca Al-Qur’an ini menjadi bagian dari perjalanan untuk memperbaiki diri dan membangun kembali harapan hidup yang lebih baik.

Tak hanya membawa manfaat secara spiritual, membaca Al-Qur’an juga memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang terbiasa membaca Al-Qur’an dengan rutin akan lebih bijaksana dalam bertindak, memiliki sikap yang lebih sabar, serta lebih menghargai setiap proses dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, Ramadan menjadi momen yang tepat bagi siapa saja, termasuk para tahanan, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan ke depan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para tahanan, yang mengaku merasa lebih damai dan optimis menjalani hari-hari mereka.

Pihak Polres Palopo berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, membantu para tahanan memperbaiki diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

Salah satu tahanan, Sapriadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membawa perubahan positif bagi mereka.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, kami merasa lebih tenang dan berharap tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu. Ramadan ini benar-benar memberi kami kesempatan untuk introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Sapriadi, Senin (3/3/2025).

Kasat Tahti Polres Palopo, Ipda Hamza, menjelaskan bahwa selama Ramadan, Polres Palopo rutin mengadakan bimbingan rohani bagi para tahanan, yang mencakup baca tulis Al-Qur’an, pengenalan huruf hijaiyah, kajian agama, serta motivasi spiritual.

“Kami ingin para tahanan memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbaiki diri. Program ini dilakukan setiap hari setelah shalat berjamaah hingga waktu berbuka puasa,” jelas Ipda Hamza.

Program bimbingan mental ini menjadi agenda tahunan di bulan Ramadan, di mana para tahanan dan polisi santri diajak untuk lebih mendalami ajaran agama.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan amal ibadah, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta membangun harapan baru bagi para tahanan agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan ini, Ramadan di ruang tahanan bukan hanya sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga menjadi momen refleksi dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. (Arz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!