PUPR Lutim Matangkan Proyek 2026, Fokus dari Air Bersih hingga Ruang Publik

LUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Timur mulai menyusun pijakan awal pembangunan 2026 dengan menitikberatkan pada kesiapan perencanaan. Sejumlah program prioritas kini masih berada pada tahap teknis, sebelum benar-benar masuk ke fase pengerjaan fisik.

Melalui Bidang Cipta Karya, pemerintah daerah mengarahkan fokus pembangunan pada sektor yang dinilai langsung berdampak bagi masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih hingga pengembangan ruang publik.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Cipta Karya, Hernawaty Taslim, mengatakan saat ini pihaknya tengah merampungkan Detail Engineering Design (DED) untuk memastikan setiap proyek memiliki dasar teknis yang matang.

Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan ruang publik di kawasan Malili dengan alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar. Proyek tersebut masih dalam tahap perancangan konsep sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

“Masih tahap penyusunan DED. Ini penting supaya saat masuk pelaksanaan, semua sudah terarah dan tidak menimbulkan kendala di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian utama. PUPR Luwu Timur menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga desa, yakni Balo-balo, Margolembo, dan Tarengge. Program ini dialokasikan anggaran sekitar Rp1,075 miliar untuk memperluas akses air bersih bagi warga.

Menurut Hernawaty, hingga pertengahan tahun 2026, pemerintah daerah sengaja menitikberatkan pada tahap perencanaan dan persiapan teknis agar pelaksanaan proyek ke depan lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, pembangunan tidak sekadar mengejar realisasi fisik, tetapi juga memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya membangun, tapi memastikan hasilnya bisa langsung dirasakan manfaatnya,” katanya.

Selain program infrastruktur dasar, Bidang Cipta Karya juga melanjutkan sejumlah agenda strategis yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Di antaranya penyelesaian studi kelayakan pembangunan Kampus Lagaligo serta Balai Latihan Kerja (BLK) yang diproyeksikan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Luwu Timur.

Dengan mayoritas program masih berada pada tahap perencanaan hingga Mei 2026, PUPR Luwu Timur menargetkan pelaksanaan pembangunan ke depan dapat berjalan lebih terukur, baik dari sisi anggaran, kualitas, maupun dampak terhadap pelayanan publik di berbagai wilayah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!