MBG di SDN Takkalala Palopo Terhenti, Janda Dua Anak “Ngaku” Kesulitan

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Seorang ibu di Kota Palopo terpaksa memindahkan anaknya dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Takkalalla ke SDN Sampoddo, Kota Palopo.

Itu didasari dua alasan utama yang membebani pikirannya, yakni terhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kesulitan akses transportasi.

Ruslina (44) yang diketahui berstatus janda dua anak berdomisili di Kelurahan Sampoddo, Palopo, mengaku terpaksa mengambil keputusan tersebut demi kebaikan dan keselamatan anaknya.

Menurutnya, selama anaknya bersekolah di SD Takkalalla, anaknya kerap harus menunggu berjam-jam di depan pagar sekolah karena kendaraan penjemputan baru tiba sore, padahal jam sekolah sudah selesai pada siang hari.

Hal itu semakin memberatkannya sebagai orang tidak mampu setelah program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut tidak lagi berjalan.

Sebelumnya, keberadaan program itu menjadi salah satu alasan ia tidak terlalu khawatir, sebab anaknya sudah terjamin kebutuhan makannya saat di sekolah meskipun harus menunggu lama dijemput.

“Dulu saya tidak terlalu risau, anak sudah makan di sekolah karena adaji MBG nya. Tapi setelah libur idul fitri bulan kemarin MBG terhenti, jadi kuatir anak saya kelaparan menunggu berjam-jam sendirian, biasa kalau saya liat dipostingan grup sekolah bahwa tinggal anak saya sendiri saya disitu sedih mau jemput dia pakai sepeda tapi sudah rusak,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca pada Kamis (04/06/2026).

Beban yang dihadapi ibu ini ternyata tidak hanya terjadi pada anaknya yang bersekolah di tingkat dasar. Anak pertamanya yang bersekolah di SMP Negeri 10 Wara Selatan juga mengalami hal yang sama, di mana program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut saat ini juga tidak berjalan.

Sebagai warga Kelurahan Sampoddo yang saat ini hanya menumpang tinggal di rumah saudaranya, Ruslina berharap anaknya bisa bersekolah di SDN Sampoddo yang jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggalnya, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Hal itu menurutnya tentu jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan harus bersekolah di SDN Takkalalla yang jaraknya cukup jauh.

Dirinya mengku sudah konsultasi dan menyampaikan keinginannya kepada pihak SDN Sampoddo. Pihak sekolah sebenarnya bersedia menerima anak tersebut, namun sayangnya terdapat kendala fasilitas.

“Pihak sekolah sudah mempersilakan, tapi ketersediaan meja dan bangku sudah terisi penuh. Saya sangat berharap ada jalan keluarnya, supaya anak saya bisa sekolah dekat rumah, aman, dan tidak perlu menunggu kelaparan berjam-jam,” harapnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!