Dinilai tak Objektif, Wija To Luwu Batalkan Penawaran Kerjasama di Kominfo Palopo
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Polemik terkait seleksi media kerja sama di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palopo kembali mencuat. Kali ini datang dari Pimpinan Redaksi Wija To Luwu, Arzad, yang secara tegas membatalkan proses kontrak kerja sama publikasi dengan Kominfo Palopo.
Pembatalan kontrak itu disampaikan menyusul dugaan ketidakterbukaan dan ketidakobjektifan dalam proses seleksi media oleh Kabid Opini Dinas Kominfo Palopo.
“Bukan kami tidak ingin masuk, hanya saja kami memandang kondisi untuk membangun kerja sama yang seperti itu tidak baik sehingga kami lakukan pembatalan proses kerja sama,” kata Arzad, Rabu (14/5/2025).
Ia menyayangkan sikap Kabid Opini Kominfo yang dinilainya tidak objektif dalam memilah media yang diajak bekerja sama, seolah mengesampingkan aspek kualitas dan kredibilitas.
“Sangat disayangkan Kabid Opini Kominfo Palopo ini tidak objektif memilah media untuk membangun kerja sama,” tegasnya.
Arzad juga mengungkap adanya kejanggalan dalam proses permintaan data e-catalog oleh pihak Kominfo kepada Wija To Luwu, yang disebutnya sudah terlambat mengingat tahapan pengajuan telah rampung dan media lain sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).
“Padahal ada media sebelum kami juga itu, cuma tidak masuk karena alasan anggaran terbatas. Tapi kenapa Wija To Luwu dimintai link e-catalog? Padahal kan sudah terlambat untuk pengajuan ini. Media lain sudah teken MOU,” jelas Arzad.
Ia menyebut, masuk ke dalam kerja sama dengan cara yang tidak transparan dan tidak normal akan mencederai prinsip profesionalisme, terlebih jika media yang lebih berkualitas justru tersingkirkan.
“Tidak enaklah kita masuk dengan cara yang tidak normal sedangkan ada beberapa media yang bagi saya lebih berkualitas dan layak berada di situ,” tambahnya.
Menurutnya, cara kerja seperti itu telah melenceng dari prinsip kualitas yang seharusnya menjadi dasar dalam menjalin kemitraan dengan media. Ia menegaskan, media yang berkualitas tidak semestinya diukur dari “titipan” pihak tertentu.
“Ini sudah tidak sejalan dengan prinsip kualitas. Kami memahami kualitas media itu sangat perlu, bukan diukur dari titipan pihak tertentu, tetapi kredibilitas menghasilkan sebuah berita,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan