Kelangkaan BBM Mulai Terasa di Luwu, Antrean Mengular di SPBU Belopa
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Luwu. Menyusul semakin memanasnya konflik di daerah Timur Tengah yang dampaknya ke dalam negeri.
Antrean panjang terlihat di SPBU Belopa dalam beberapa hari terakhir, memicu keresahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Sejumlah warga mengaku harus mengantre lebih lama dari biasanya. Bahkan, BBM kerap habis sebelum siang hari.
“Biasanya sore masih bisa antre, tapi sekarang sampai siang saja sudah habis. Kalau lewat itu, sudah tidak bisa dapat bensin,” ujar Anton, seorang sopir mobil yang ditemui siang tadi saat mengantre.
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara roda dua. Ia mengaku harus memanfaatkan waktu istirahat siang kerja hanya untuk mengantre BBM.
“Beberapa hari ini, waktu istirahat siang terpaksa dipakai antre bensin. Apalagi rumah saya jauh dari Kota Belopa,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Manager SPBU Belopa, Annis, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi karena stok BBM jenis Pertalite yang terbatas.
“Tadi stok Pertalite hanya satu tangki, jadi cepat habis karena antrean panjang. Sebenarnya ini masih kondisi normal,” jelas Annis saat dikonfirmasi Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, fenomena ini kerap terjadi terutama menjelang akhir bulan, meski ia memastikan pasokan BBM masih berjalan normal.
“Biasanya besok sudah kembali normal. Ini memang sering terjadi di akhir bulan, tapi bukan berarti terjadi kelangkaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, menyebut belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait antisipasi kelangkaan BBM di daerah.
“Sampai saat ini belum ada petunjuk dari pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menanggapi isu nasional terkait rencana kenaikan harga BBM yang belakangan beredar di masyarakat.
“Kenaikan BBM masih sebatas wacana, belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat. Jadi, kami belum mengambil langkah antisipatif,” tegasnya.
Meski belum berdampak luas, pemerintah daerah diharapkan segera menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi kelangkaan BBM ke depan.(*)




Tinggalkan Balasan