Ricuh! Tiga Kali Ledakan Senjata Rakitan Gegerkan UIN Palopo Saat Pemilihan
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kericuhan sempat terjadi di area luar Kampus UIN Palopo saat proses pemilihan Presiden Dewan Mahasiswa (Dema) Institut dan Fakultas yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) kemarin.
Sejumlah warga dan mahasiswa mengaku mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari senjata rakitan jenis papporo di Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Wara Utara, tepatnya di sekitar area Masjid Kampus UIN Palopo.
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berupa kaca pecah akibat peluru senjata rakitan pada salah satu bangunan usaha, yakni Warkop Teras Agatis, serta menimbulkan keresahan di kalangan warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang warga berinisial R yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan tersebut.
“Saya kaget karena suara letusannya terdengar sampai tiga kali. Setelah itu saya langsung keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi,” ujar R saat dikonfirmasi Jumat (5/6/2026).
Menurut R, selain mendengar tiga kali ledakan, ia juga melihat sekelompok pemuda berkumpul di bawah pohon mangga yang berada di depan SMPN 8 Palopo, tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saat saya keluar, sudah banyak orang berkumpul di depan rumah dekat pohon mangga. Saya tidak mengenal mereka dan sepertinya sebagian bukan mahasiswa kampus,” katanya.
Keterangan serupa disampaikan seorang mahasiswa berinisial F. Ia mengaku mendengar suara ledakan dengan jelas karena saat itu berada di area kampus, tepatnya di sekitar masjid.
“Waktu itu setelah salat Ashar saya berada di dalam kampus dekat masjid dan mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali,” ungkapnya.
F juga mengaku sempat didatangi sekelompok pemuda yang berjumlah kurang lebih 20 orang sekitar pukul 20:30 Wita malam di rumah kontrakannya yang berada di dekat SMPN 8 Palopo.
“Baru-baru tadi ada sekitar 20 orang datang ke kontrakan. Mereka bertanya dan mengaku sedang mencari anak HMI. Dari rombongan itu ada salah satu yang saya kenal sebagai mahasiswa,” bebernya.
Merasa khawatir dengan situasi yang terjadi, F memilih meninggalkan kontrakannya dan mengungsi sementara ke tempat tinggal temannya. Ia mengaku cemas kejadian serupa kembali terjadi, terutama pada malam hari.
Peristiwa tersebut membuat sejumlah warga merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap kondisi keamanan di sekitar kampus.
Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengingat kawasan tersebut merupakan lingkungan pendidikan yang juga dikelilingi permukiman masyarakat.
Merespon hal tersebut, Kapolsek Wara Utara, IPDA Robert Pakiding Sampeallo akan memastikan informasi tersebut dan menurunkan personil untuk melakukan pengamanan.
“Ini segera saya akan komunikasikan ke personil agar ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan informasi tersebut,” ucapnya. (*)




Tinggalkan Balasan