Balita di Luwu Diduga Hanyut di Pengairan Kariako, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Seorang balita dilaporkan hilang dan diduga hanyut di saluran pengairan Kariako di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Hingga malam ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan menyisir aliran air di sekitar permukiman warga.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (11/3/2026). Setelah menerima laporan dari warga terkait hilangnya seorang anak berusia dua tahun, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Palopo langsung melakukan koordinasi dan menyiapkan personel untuk diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Laporan kami terima pada Rabu sore terkait seorang anak berusia dua tahun yang dilaporkan hilang di Desa Buntu Karya,” ujar Komandan Pos SAR Palopo, Rifman.

Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR bersama warga langsung melakukan langkah awal pencarian di sekitar lokasi rumah korban. Proses ini dilakukan dengan menyisir area yang diduga menjadi titik awal anak tersebut hilang.

“Saat ini tim sedang melakukan koordinasi dan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Berdasarkan keterangan sementara dari keluarga dan warga sekitar, terdapat saluran pengairan yang berada tidak jauh dari rumah korban. Saluran tersebut biasa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pertanian sehingga aliran air di lokasi tersebut cukup aktif.

Selain saluran pengairan di bagian depan rumah, kondisi lingkungan sekitar juga terdapat aliran air lainnya yang berpotensi menjadi jalur hanyutnya korban.

“Di bagian depan rumah korban diketahui terdapat saluran pengairan yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan pertanian. Sementara di bagian belakang rumah juga terdapat sungai kecil yang masih terhubung dengan aliran air tersebut,” tambahnya.

Dari hasil penelusuran awal di lapangan, tim SAR menduga korban terpeleset ke salah satu aliran air tersebut. Menurut Rifman, posisi rumah korban yang berada dekat dengan saluran pengairan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya insiden tersebut.

“Dugaan sementara korban terpeleset ke saluran air atau sungai kecil di sekitar rumah. Karena lokasi rumah memang berada dekat dengan aliran pengairan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian personel SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk memperkuat tim gabungan yang telah lebih dulu melakukan pencarian. Hingga malam hari, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga dengan menyisir sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

“Personel kami sebagian masih menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus air termasuk area semak-semak di sepanjang aliran sungai kecil tersebut,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!